Prohaba.co
Polisi Ringkus Linto Baro
Minggu, 12 November 2017 15:21 WIB
* Cabuli Anak di Bawah Umur 

BANDA ACEH - Personel opsnal Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh, meringkus AI (25) yang terhitung masih lintoe baro (pengantin baru), karena baru menikah sekitar lima bulan lalu. 

Warga salah satu gampong di Kecamatan Luengbata, Banda Aceh itu, menjadi tersangka pencabul bocah di bawah umur--sebut saja--Melati (7).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH melalui Kasat Reskrim AKP M Taufiq SIK menjelaskan, penangkapan tersangka AI,  berawal dari laporan ayah korban ke polisi. Warga salah satu gampong di Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh itu mengaku anak perempuannya dicabuli pelaku. “Saat ini korban mengalami trauma dan kami masih lakukan pendampingan, agar korban tidak mengingat kejadian yang menimpanya,” sebut Taufiq, dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Jumat (10/11).

Ia menjelaskan, korban dan tersangka merupakan tetangga, sehingga orang tua Melati juga tidak percaya, pelaku AI tega melakukannya. Pencabulan itu sendiri, lanjut Taufiq terjadi pada Jumat 20 Oktober 2017 lalu, pada saat suasana sedang sepi. Karena masyarakat sedang bersiap-siap melaksanakan shalat Jumat. 

Keadaan sepi itulah, akhirnya dimanfaatkan oleh tersangka yang mengajak korban masuk ke kamar mandi. 

Lalu tanpa berpikir panjang, tersangka AI mencabuli sang bocah. “Sebagai upaya tutup mulut, tersangka memberi Rp 3 ribu kepada korban, sembari meminta jangan menceritakan hal itu kepada siapapun. Tapi, korban akhirnya menceritakan kejadian itu itu kepada keluarganya,” ungkap Kasat Reskrim Taufiq.

Keluarga korban yang mengetahui hal itu langsung melaporkan hal tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta. “Berbekal keterangan korban, bukti visum, akhirnya kami mengamankan tersangka. Tersangka sendiri sudah mengakui perbuatannya,” sebut Taufiq. 

Tersangka melanggar Pasal 82 Perppu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002, Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.(mir) 

Editor : bakri