Prohaba.co
Kapal Penyelundup dari Thailand Ditangkap di Seruway
Selasa, 7 November 2017 12:41 WIB
MEDAN - TNI AL menangkap kapal penyelundup dari Thailand yang mengangkut 60 ton beras pulut dan empat karung pupuk di perairan Sungai Airmasin, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Minggu (5/11) dini hari. Petugas masih mencari nakhoda yang kabur dengan cara menceburkan diri ke laut.

Penangkapan KM Bintang Timur ini dilakukan setelah Tim WFQR I Koarmabar mendapat informasi pergerakan tiga kapal penyelundup di sekitar perairan Idie Rayeuk dan Peurlak, Aceh Timur, Sabtu (4/11) petang. Tiga tim patroli pun langsung dibentuk untuk menyisir titik yang dicurigai sebagai perlintasan.

Menurut Kepala Dinas Penerangan Lantamal I Mayor (Mar) Jayusman, kapal para penyelundup mulai terdeteksi pada Sabtu (4/11) pukul 23.00 WIB. Namun pengejaran baru dilakukan selang setengah jam kemudian, karena dibutuhkan informasi akurat mengenai identitas tiga kapal yang sedang masuk ke perairan Seruway.

“Awalnya hanya terpantau tiga kapal kargo kayu, setelah dipastikan sebagai penyelundup, langsung dilakukan pengejaran,” kata Jayusman, Senin (6/11).

Jayusman mengatakan petugas sempat melepaskan tembakan karena salah satu kapal pelaku melakukan manuver yang membahayakan kapal petugas. Tembakan itu menyebabkan satu kapal pelaku berhenti dengan cara mematikan mesin, sedangkan dua kapal lainnya tetap tancap gas.

Dari dalam KM BIntang Timur, petugas mendapati enam ABK, yakni Suhendri (34), Slamet (45), Edy Syahputra (34), Abdul (45), Mislan (43), Anwar (34), dan Abdul Halim (21). Sementara nakhoda yang diketahui berinisial N melarikan diri dengan cara melompat ke laut.

Jayusman menegaskan 60 ton beras pulut dan empat karung pupuk yang diangkut kapal tersebut tidak diengkapi dokumen. Diketahui seluruh barang ilegal itu diangkut dari Pelabuhan Satun, Thailand. Bahkan dari pemeriksaan diketahui kalau kapal pelaku sempat sandar selama lebih 26 hari di pelabuhan itu sebelum memutuskan memasuki perairan Aceh Tamiang.

“Saat ini kapal beserta pelaku sudah diamankan di Lantamal I Belawan. Untuk nakoda sedang dilakukan pencarian,” tukas Jayusman.

Dalam kesempatan itu, Jayusman juga mengungkapkan keberhasilan pihaknya menggagalkan penyelundupan 50 balpres pakaian bekas asal Malaysia, Sabtu (4/11) malam. Barang seludupan yang diangkut KM Usaha Nelayan itu disergap tim patroli saat berada di perairan Tanjungbalai, Asahan. Tiga awak kapal, yakni Hendrik, Jamal, dan Rahmat saat ini juga sudah diamankan di Lantamal I Belawan.(mad)

Editor : hasyim