Prohaba.co
Turbulensi, Pramugari dan Penumpang Batik Air Dilarikan ke RS
Kamis, 26 Oktober 2017 14:34 WIB
MEDAN - Pesawat Batik Air mengalami turbulensi ketika akan mendarat di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Selasa (24/10) sore. Insiden ini menyebabkan dua orang terluka dan harus dirawat di rumah sakit.

Branch Communication and Legal Manager Bandara Kualanamu Wisnu Budi Setianto menjelaskan, clear air turbulence (CAT) atau turbulensi dialami Batik Air PK-PLY sekira pukul 15.00 WIB. Ketika itu pesawat yang lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta tersebut berada di ketinggian 20.000 kaki atau enam kilometer di atas permukaan laut.

“Pesawat membawa 114 penumpang dan berhasil mendarat mulus di Kualanamu pukul 17.33 WIB,” kata Wisnu, Rabu (25/10).

Pihak maskapai kata dia mengonfirmasi ada seorang penumpang dan seorang pramugari terluka dalam insiden itu. Keduanya langsung mendapat perawatan di kantor kesehatan pelabuhan Bandara Kualanamu ketika pesawat. “Beberapa penumpanag juga syok. Dua orang yang di KKP sudah dirujuk ke RS Grand Medistra,” kata dia.

Sementara Duty Manager Bandara Kualanamu, Henry Lumbantobing menambahkan, turbulensi yang dialami Batik Air PK-PLY terjadi saat cuaca hujan deras disertai angin kencang. Ia menegaskan pesawat tersebut harus menjalani pemeriksaan sebelum terbang kembali. “Mesin dan badan pesawat wajib dicek ulang sebelum terbang kembali,” kata Henry.

Tapi ternyata kata Wisnu, pesawat tersebut sudah kembali terbang ke Jakarta pada Rabu (25/10) pukul 00.10 WIB. Dijelaskan Wisnu, turbulensi merupakan hal biasa bagi dunia penerbangan. Ia mengimbau penumpang mematuhi perintah pilot selama di dalam pesawat agar terhindar dari cedera ketika insiden seperti turbulensi terjadi.(mad)

Editor : hasyim