Prohaba.co
Penzina Dicambuk 100 Kali
Jumat, 20 Oktober 2017 16:31 WIB
TAKENGON - Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tengah, kembali melakukan eksekusi cambuk terhadap dua orang pelaku pelanggaran Syariat Islam. Uqubat cambuk yang berlangsung di Halaman Gedung Olah Seni (GOS), Kota Takengon Kamis (19/10) pagi, menghukum sepasang pelaku zina dengan hukuman 100 kali cambuk. 

Pasangan nonmuhrim tersebut menjalani uqubat cambuk sebanyak 100 kali, berdasarkan penetapan Mahkamah Syar’iyah Nomor : 04JN/2017/MS-TKN, Tgl 18 September 2017. Keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan jarimah zina sehingga harus menjalani uqubat cambuk. 

Kedua terpidana yang menjalani hukuman cambuk, Irwandi (37), warga Kampung Arul Putih, Kecamatan Silih Nara, serta Ratna (26), warga Kampung Arul Putih, Kecamatan Silih Nara. Hukuman cambuk tersebut, dilakukan di hadapan ratusan warga yang memadati halaman GOS, Kota Takengon, kemarin. 

Uqubat cambuk dilakukan secara bergantian oleh sejumlah algojo. Para terpidana, tidak sekaligus menerima uqubat cambuk sebanyak 100 kali, tetapi dilakukan dengan empat tahap. Setiap 25 kali cambukan, para terpidana diperiksa oleh tim dokter yang telah disiapkan. Bila kondisi terpidana masih sanggup untuk menjalani hukuman sehingga uqubat cambuk dilanjutkan hingga selesai.

Beruntung, kedua terpidana yang merupakan pasangan non muhrim itu, sanggup menjalani uqubat cambuk sebanyak 100 kali hingga selesai. Namun, ketika Irwandi menjalani uqubat cambuk, sempat terlihat badannya gemetar menahan sabetan rotan yang dilesatkan oleh algojo ke punggung belakangnya. Setiap kali rotan mengenai tubuhnya, warna yang menonton justru bersorak sembari melontarkan kalimat mengejek. Meski begitu, eksekusi cambuk tetap berjalan lancar. Selain diksasikan oleh ratusan warga, uqubat cambuk tersebut, juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari Forkompimda setempat. Tetapi, sebelum pelaksanaan uqubat cambuk, anak-anak di bawah umur, tidak diperbolehkan untuk menyaksikan eksekusi terhadap pelanggar syariat itu. 

Eksekusi serupa, juga baru dilakukan oleh pihak Kejari Aceh Tengah, terhadap sejumlah pelanggar Syariat Islam yang berlangsung di halaman Gedung Olah Seni (GOS), Kota Takengon, Kamis pada (12/10) lalu. Seorang terpidana, harus menjalani hukuman cambuk sebanyak 146 kali, lantaran terbukti bersalah melakukan jarimah pemerkosaan.

Menanggapi terkait masih adanya pelanggaran syariat, Kadis Syariat Islam, Aceh Tengah, Alam Syuhada menyebutkan, pihaknya terus berupaya untuk melakukan sosialisasi kepada semua elemen masyarakat, tentang potensi pelanggaran syariat Islam. “Sosialisasi tentang qanun jinayat, serta masih terus dilakukan. Agar kejadian seperti ini, tidak lagi terjadi,” kata Alam Syuhada.

Disisi lain, pembinaan keagamaan, bukan hanya difokuskan di kalangan masyarakat, namun dimulai dari pelajar serta siswa sehingga sejak dini, mereka akan mengetahui bentuk-bentuk pelanggaran syariat. “Upaya lain, kita perkuat peradilan adat, sehingga bisa ditangani di tingkat desa. Tentu, berbagai upaya dilakukan agar bisa mengurangi pelanggaran seperti ini,” pungkasnya.(my)  

Editor : hasyim