Prohaba.co
Pencari Ikan Lolos dari Mulut Buaya
Selasa, 17 Oktober 2017 14:41 WIB
CALANG - Julianto (34) terbujur lemah di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Teuku Umar, Calang. Warga Gampong Baro Sayeung, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya, itu kehabisan tenaga setelah meloloskan diri dari terkaman buaya, Minggu (15/10), sekira pukul 19.30 WIB.

Meski demikian, wajah Julianto terlihat segar. Dia bertarung dengan maut saat mencari ikan di kawasan sungai dan rawa-rawa di Gampong Baro Sayeung.

Sebelumnya, pada sore hari, sejumlah warga dan Julianto berangkat bersama ke sungai tersebut. Mereka mencari nafkah untuk keluarganya. Namun, saat dia sedang mengayuh sampan untuk pulang, tiba-tiba buaya berukuran sekitar empat meter menerkam Julianto di lengan. Hingga akhirnya, Julianto pun diseret ke sungai.

Saat berada di dalam air, Julianto pun meronta-ronta. Akhirnya dia terlepas dari mulut buaya. “Saya berusaha melompat kembali ke atas sampan dalam kondisi berdarah. Kemudian langsung berteriak minta tolong,” kata Julianto, kepada Prohaba, Minggu (15/10), di RSU Calang.

Teman-teman Julianto yang mendengar teriakan tersebut langsung membantunya. Kemudian memboyong ke RSU Teuku Umar Calang, untuk  mendapat penanganan medis.

Efendi (30), teman Julianto yang juga nelayan di sungai Gampong Baro Sayeung, menyebutkan kawasan tersebut merupakan salah satu kawasan mata pencarian mereka sehari-hari. Setiap malam, warga menjaring ikan dan melabuhkan perangkap kepiting. Setiap setiap nelayan menimal memiliki pendapatan Rp 50 ribu hingga Rp 1 juta/malam.

Pada Minggu malam itu, sebelum Julianto diterkam buaya, sampan Yahwawi juga ditabrak buaya. Namun tidak ada korban. “Kami sering adu cepat dengan buaya saat mengambil ikan di jaring. Siapa duluan itu yang dapat,” kata Efendi.

Kawasan sungai Gampong Baro Sayeung hingga ke Lhok Bot merupakan salah satu wilayah perkembangbiakan buaya. Saat ini jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan ekor lebih. Setiap kali mencari ikan, warga sering berjumpa dengan buaya-buaya tersebut. Namun, belum ada yang ganas seperti Minggu malam itu. “Kami berharap Pemerintah Aceh dan Aceh Jaya memikirkan solusi untuk menangani persoalan buaya yang semakin banyak di daerah ini,” harap Efendi.

Kata dia, saat buaya di kawasan Gampong Baro Sayeung dan Lhok Bot di Kecamatan Setia Bakti sudah mulai nakal. Tindakannya memangsa kambing dan lembu, termasuk menerkam manusia. Kondisi ini sudah sangat mencemaskan. Sebab, buaya kian berkembang biak. “Ini mengancam keselamatan jiwa warga,” kata Camat Setia Bakti, Ibnu Abbas.

Ia menyebutkan, dengan terjadinya penerkaman Julianto, menandakan makanan buaya telah mulai berkurang di kawasan sungai tersebut. Ikan dan kambing warga di kawasan Lhok Bot yang mencari rumput dekat sungai pun sudah mulai jarang. Tidak sedikit sapi dan kambing yang hilang akibat dimakan buaya di daerah itu. Sedang kawasan tersebut merupakan mata pencaharian warga.

“Dengan adanya gangguan itu, membuat warga semakin tidak nyaman. Sebab, harus mempertaruhkan nyawa untuk mencari nafkah di itu.(c45)

Editor : hasyim