Prohaba.co
Dikejar dari Lamteuba, Pembawa Ganja Ditangkap di Ie Suum
Sabtu, 7 Oktober 2017 10:23 WIB
BANDA ACEH - Dua warga Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, ditangkap personel Opsnal Satuan Narkoba Kepolisian Resor (Polres) Aceh Besar, Kamis (5/10), sekira pukul 22.00 WIB. Kedua pria berinisial MZ (27) dan MF (19) itu tertangkap di simpang Ie Suum, kecamatan sama, saat membawa pulang satu kilogram ganja dari Lamteuba, Kecamatan Seulimuem. Rencananya, bakong ijo itu dipakai sendiri.

Kasat Narkoba Polres Aceh Besar, Iptu Yusra Aprilla, menyebutkan MZ dan MF ditangkap setelah sempat kejar-kejaran dengan petugas yang mengetahui mereka membawa pulang ganja. Begitu tim opsnal mendapat informasi ada transaksi ganja di Lamteuba, petugas langsung menuju ke sana. Tapi, polisi terlambat menggagalkan transaksi itu. Bahkan, pembeli dan bandar ganja sudah duluan meninggalkan lokasi.

“Namun, kami memperoleh petunjuk pelaku pulang mengarah ke Krueng Raya,” kata Yusra, kepada Prohaba, Jumat (6/10).

Berbekal informasi itu, polisi langsung mengejar MZ dan MF. Kedua pria yang menaiki sepeda motor diduga tidak mengetahui petugas tengah membuntutinya. “Kami cegat mereka di simpang Ie Suum. Dari penggeledahan, tim menemukan satu bal atau satu kilogram ganja,” sebut Yusra.

MZ dan MF pun dibawa kembali ke Lamteuba untuk menunjukkan bandar ganja tersebut. Tapi, besar dugaan bandar ganja tersebut sudah mengetahui aparat kepolisian memburunya. Merka pun memiliki melarikan diri.

“Kami sudah tahu nama dan identitas lainnya tentang bandar ganja itu. Karenaitu, kami minta bandar ganja tersebut segera menyerahkan diri, sebelum diambil tindakan tegas,” ungkap Yusra.

Hingga tadi malam, MZ dan MF masih dimintai keterangan, termasuk arah peruntukkan ganja satu kilogram yang mereka beli tersebut. Keduanya mengaku akan menggunakan sendiri ganja satu bal itu.

“Kami juga mengharapkan dukungan dan kerja samanya. Kalau ada hal-hal mencurigakan segera laporkan ke polisi. Kami akan telusuri dan menindaklanjuti laporan itu,” demikian Yusra Aprilla.(mir)

Editor : hasyim

Aceh-besar Populer