Prohaba.co
Pemuda ‘Durhaka’ Diringkus di Kebun Warga
Senin, 11 September 2017 16:11 WIB
* Ngaku Bukan Lari, Tapi Cari Burung

LHOKSUKON – Aparat Polsek Lhoksukon, Aceh Utara berhasil meringkus Herman (20) pemuda asal Desa Teungoh Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara yang membacok ibu kandungnya, hanya gara gara tak diberi uang Rp 200 ribu.

Pemuda ‘durhaka’ itu dicokok polisi hanya empat jam setelah membacok sang ibu, Aisyah (50) di Desa Teungoh. Insiden berdarah itu terjadi di rumah Aisyah, Sabtu (9/9) sekitar pukul 15.00 WIB.

Yang lebih membuat prihatin dan geram adalah pengakuan Herman kepada polisi, sejenak pria durhaka itu ditangkap. Ia mengaku bukan lari usai membacok ibunya, namun hanya pergi mencari burung. Artinya, usai membacok sang ibu, pria itu meninggalkan begitu saja ibunya yang bersimbah darah, dan ngeloyor mencari burung.

Sang ibu dihajar dengan sebilah parang, hingga ambruk bersimbah darah, akibat luka bacok di bagian punggung. Korban mengalami luka bacok sepanjang 6 centimeter dan kedalaman 1 centimeter di bagian punggungnya.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kapolsek Lhoksukon AKP Teguh Yano Budi, menyebutkan, setelah petugas turun ke lokasi untuk mengumpulkan keterangan dan barang bukti, personel Polsek Lhoksukon, Opsnal Intelkam dan Reskrim Polres langsung memburu pelaku. “Empat jam kemudian atau sekira pukul 19.00 WIB pemuda itu berhasil diringkus di kawasan kebun warga yang berjarak sekitar satu kilometer dengan rumahnya. Lalu petugas langsung membawa tersangka ke Mapolsek Lhoksukon untuk menjalani pemeriksaan,” ujar AKP Teguh Yano Budi.

Menurut Kapolsek Lhoksukon, tersangka kepada petugas menyebutkan dirinya bukan lari setelah kejadian tersebut, tapi sedang mencari burung. “Tersangka sekarang sudah kita tahan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan guna proses hukum selanjutnya. Penyidik nantinya akan memanggil saksi untuk melengkapi berkas kasus tersebut,” pungkas AKP Teguh.(jaf)


Editor : bakri