Prohaba.co
Kalah Duel, Sekawa Ajak Dua Temannya Bunuh Dedi
Selasa, 8 Agustus 2017 15:21 WIB
MEDAN - Sikap licik ditunjukkan Sekawa Faoma (28) setelah kalah duel dengan Dedi Wiyono (36). Dengan mengajak dua temannya, perantau asal Nias ini mencegat korban, dan mengeroyoknya hingga tewas. 

Jasad Dedi (36) ditemukan tergeletak di Jalan KL Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, Senin (7/8) sekira pukul 08.00 WIB. Pria asal Jalan Pasar 8, Kecamatan Labuhandeli, Deliserdang ini mengalami luka serius di leher akibat tusukan senjata tajam. Darah yang mengucur deras membuat warga berkesimpulan korban digorok.

Tim gabungan Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan bergerak cepat dengan meringkus dua pelaku, Pius Dachi (32), dan Sekawa Faoma (28). Keduanya dibekuk hanya selang satu jam dari waktu ditemukannya jasad korban. 

Polisi menyebut jumlah pelaku tiga orang. Seorang lagi, Doni Dachi (28) masih dalam pengejaran. Ketiga tersangka tinggal di lingkungan yang sama dengan korban.

“Antara tersangka dan korban saling mengenal,” kata Kapolsek Medan Labuhan Kompol Yasir Ahmadi. 

Dari keterangan tersangka dipastikan motif pembunuhan ini dendam. Tersangka Sekawan mengaku terlibat perselisihan dengan korban, Minggu (6/7). Sekawa mengaku dipukul oleh korban. Sadar nyalinya tak sebanding korban, Sekawa selanjutnya mengajak dua rekannya untuk balas dendam dengan menunggu di jalan yang selalu dilewati korban. 

“Korban diadang saat menuju ke pabrik. Korban merupakan buruh,” lanjutnya. 

Kepada penyidik, Sekawa mengaku menusuk korban dua kali menggunakan pisau. Rencana pembunuhan ini sudah direncakan sejak malam hari. Ketiga tersangka mengaku sudah menunggu korban di Jalan Baukisat, sebelum mengeksekusinya di Jalan KL Yos Sudarso. 

Jasad korban yang sempat lama tergeletak di aspal sempat menjadi tontotan warga. Kerumunan orang ini menyebabkan arus lalu lintas macet menuju Pelabuhan Belawan macet parah. 

“Untuk pelaku yang lari, diimbau segera menyerah. Percuma sembunyi karena tim gabungan terus bergerak,” tegas Yasir.(mad)

Editor : bakri