Prohaba.co
Pemerkosa Anak Kandung Dibui 13 Tahun
Selasa, 13 Juni 2017 15:14 WIB
MEULABOH - Ismail (46) warga sebuah desa di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat dihukum 160 bulan (13,3 tahun) penjara, dalam sidang penutup di Mahkamah Syar’iah Meulaboh, dalam kasus pemerkosaan dan pencabulan terhadap anak kandungnya. Vonis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Aceh Barat yang menuntut 180 kali cambuk atau denda 1800 gram emas murni atau 180 bulan penjara.

Informasi diperoleh, Senin (12/6) kemarin, persidangan vonis kasus pencabulan anak kandung yang berumur 16 tahun masih duduk di sebuah sekolah pada 31 Mei 2017, dipimpin hakim ketua Drs Amir Khalis dan JPU dari Kejari Meulaboh, Maiman Limbang SH.

Majelis hakim dalam amar putusan menyatakan, tervonis terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan perbuatan sebagaimana Pasal 50 Qanun Aceh nomor 6/2014 tentang hukum jinayat.

Seperti diketahui Polres Aceh Barat menangkap Ismail warga sebuah desa di Aceh Barat pada 8 Maret 2017 malam. Pria yang memiliki istri dan empat anak tersebut ditangkap karena mencabuli anak kandungnya selama tiga tahun terakhir. Kasus itu diadukan korban yang masih sekolah usia 16 tahun ke ibunya yang tinggal serumah sehingga berujung ke polisi.

Sementara itu, majelis hakim Mahkamah Syar’iyah Meulaboh pada 7 Juni 2017 juga menjatuhi vonis 100 kali cambuk ditambah ukubat takjir 12 bulan penjara terhadap Agus Ridwan (27) warga sebuah desa Kecamatan Woyla Barat, Aceh Barat.

Vonis hakim dalam kasus menghamili anak yang masih di bawah umur lebih rendah dari tuntutan JPU Kejari Aceh Barat yang sebelumnya menuntut 100 kali cambuk dan ditambah ukubat takjir 24 bulan penjara.

Sidang penutup diketuai Drs Juwaini SH MH, sedangkan JPU dari Kejari Aceh Barat, Maiman Limbong SH. Majelis hakim dalam amar putusan menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana Qanun Aceh  nomor 6/2014 tentang Hukum Jinayat.

Seperti diberitakan Agus Ridwan (27) warga sebuah Kecamatan Woyla Barat, Aceh Barat, ditangkap polisi. Pria itu dilaporkan telah menghamili seorang gadis belia—sebut saja Wulan—yang masih tercatat pelajar sebuah sekolah menengah di Aceh Barat. Pria Agus Ridwan ditangkap oleh polisi dari Polsek Kaway XVI pada 7 Februari 2017 yang kini korban telah berbadan dua.(riz)

Editor : bakri