Prohaba.co
Pembacok Warga Jeunieb Tidak Pungoe
Jumat, 26 Mei 2017 15:17 WIB

BIREUEN - Pembacok Usman Ali (42) yang tewas beberapa waktu lalu di rumahnya di Tanjong Bungong, Jeunieb, dinyatakan normal. Sebelumnya, warga sempat mengira, pria bernama Helmi Abubakar (42) warga sama itu pungoe (mengalami gangguan jiwa-red).

Seusai dibacok, Usman meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Rabu (24/5), sekira pukul 03.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Bireuen, Iptu Riski Andrian, mengatakan, hasil penyelidikan polisi, Helmi membacok korban saat dirinya dalam keadaan normal. Dari hasil pemeriksaan dan interogasi, tak sedikitpun ditemukan ciri dia mengalami gangguan jiwa.

Saat ini, berkas pemeriksaan hampir rampung. Polisi segera mengajukan ke Kejaksaan Negeri Bireuen untuk proses lebih lanjut. “Kami belum menemukan indikasi dimana tersangka mengalami gangguan jiwa. Setiap pertanyaan yang diajukan dipahami dan menjawab sebagaimana mestinya. Jadi, anggapan tersangka gangguan jiwa belum terbukti,” ujar Riski.

Sejumlah barang bukti juga sudah diamankan. Kecuali parang yang dibuang ke sawah usai pembacokan, hingga kemarin belum ditemukan.

Kapolsek Jeunieb, Iptu Mahdi, menambahkan selama ini Usman menjalani perawatan di RSUZA Banda Aceh. Dia menghembuskan napas terakhir Rabu dinihari kemarin.

Wardiah, keluarga korban, mengatakan sebelum dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, Usman dirawat dari RSU dr Fauziah Bireuen. Dia dirawat selama 15 hari di Banda Aceh. “Korban sudah dibawa pulang ke rumah duka dan disemayamkan di Tanjong Bungong,” ujar Wardiah kepada Prohaba, kemarin.

Sebagaimana diberitakan, Usman dibacok oleh Helmi Abubakar dengan parang sekira pukul 21.00 WIB, Senin (8/5) lalu, di depan salah satu warung Keude Simpang Nalan. Helmi sudah digelandang ke Polres Bireuen dan menjalani pemeriksaan.(yus)


Editor : bakri