Prohaba.co
Bocah Matangkuli Tewas Tenggelam di Alur
Senin, 22 Mei 2017 16:01 WIB
LHOKSUKON - Bocah enam tahun asal Blang Kuta, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, M Daud Riski, ditemukan pingsan setelah tenggelam selama 30 menit lebih di alur dekat rumahnya, Sabtu (20/5), sekira pukul 17.00 WIB. Setelah sempat mendapat perawatan medis di Puskesmas Matangkuli, bocah tersebut dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Cut Meutia Aceh Utara.

Namun, tak lama setelah divisum, korban telah mengembuskan napas terakhir. Peristiwa itu berawal ketika Daud bersama teman sebayanya mandi di alur tak jauh dari rumahnya. Karena hujan deras, debit air di alur bertambah. Tiba-tiba saat sedang mandi, bocah lain tak melihat lagi M Daud. Ketika Nurul Hafni mencari adiknya, bocah lain menyebutkan korban sudah tenggelam.

Mendengar itu, dia pun melompat ke alur tersebut untuk mencari. Nurul sempat menyelam tapi tak menemukan apa-apa. Tiba-tiba, kaki Nurul serasa menginjak kepala manusia. “Kemudian saya langsung menyelam lagi dan ketika saya angkat dari air ternyata adik saya sudah pingsan,” ujar Nurul kepada Prohaba, di Puskesmas Matangkuli.

Dia menyebutkan, sebelumnya di lokasi itu sudah dicari warga lain. Tapi tak ditemukan. “Adik saya memang tak bisa berenang, dia terjatuh ke alur ketika melihat teman-teman sebaya sedang mandi. Saat ditemukan, hidungnya berdarah, lalu segera kami bawa ke Puskesmas Matangkuli,” katanya.

Tak lama setelah mendapat perawatan awal di Puskesmas Matangkuli, Daud belum sadarkan diri. Dia segera dirujuk ke RSU Cut Meutia untuk mendapat perawatan intensif. 

Setelah sempat divisum di RSU Cut Meutia, tak lama kemudian bocah itu meninggal. Lalu, jenazah Daud dibawa pulang kembali menggunakan ambulans ke rumah orang tuanya.

“Tadi (kemarin-red) pagi sudah dikebumikan. Kami berharap orang tua mengawasi anaknya yang sering mandi di alur itu, supaya kejadian serupa tak terjadi lagi,” ujar Keuchik Blang Kuta, M Yusuf.

Dia mengatakan, anak-anak di sana memang sering mandi di alur tersebut. “Apalagi sekarang bertambah karena hujan,” kata pungkas Keuchik.(jaf)

Editor : bakri