Prohaba.co
Usman Kritis Dibacok Tetangga
Rabu, 10 Mei 2017 15:42 WIB
BIREUEN - Usman M Ali (45) warga Desa Tanjong Bungon, Jeunieb Bireuen, Senin (8/9) malam, luka kritis akibat dibacok seorang tetangga di gampongnya. Hingga Selasa (9/5) petang kemarin, korban masih dirawat intensive di ruang ICCU RSUD Bireuen.

Korban dibacok oleh Helmi Abubakar (43), warga satu desa, yang kini telah diamankan di Mapolsek Jeunieb dan bahkan sudah dibawa ke Mapolres Bireuen.

Kapolres Bireuen AKBP Heru Novianto SIK melalui Kapolsek Jeunieb Iptu Mahdi Ahmad, mengatakan, korban dibacok sekitar pukul 21.30 WIB, Senin (8/5), di kawasan Desa Simpang Nalan, Jeunieb persisnya di depan salah satu warung desa setempat.

Saat itu korban sedang duduk di atas sepeda motor miliknya, tiba-tiba datang tersangka langsung membacok korban hingga terluka parah.

Keterangan saksi kata Kapolsek Jeunieb, saksi itu melihat korban sedang berdiri di depan warung kopi milik saksi, kemudian datang pelaku langsung melakukan penganiayan/pembacokan berulang kali terhadap korban.

Aksi pelaku  menyebabkan korban mengalami  luka sayat di bagian kepala sebelah kanan dan sejumlah tempat lainnya.  “Warga mencoba melerai aksi tersebut dengan memukul pelaku dengan kayu,” ujar Kapolsek.

Warga segera menolong korban dan membawa ke Puskemas Jeunieb dan selanjutnya dievakuasi ke IGD RSUD Bireuen. Setelah kejadian, pelaku membuang barang bukti dan melarikan diri naik ojek menuju halte yang tidak jauh dari Polsek Jeunieb.

Tersangka pelaku berhasil ditangkap dan diamankan ke Polsek Jeunieb. Pelaku menurut informasi setahun lalu pernah menjalani perawatan di Bireuen, karena mengalami gangguan jiwa, namun belum bisa dipastikan apakah masih mengalami gangguan jiwa atau sudah sembuh.

Pelaku pembacokan atas nama Helmi A Bakar (43) belum bisa dipastikan mengalami gangguan jiwa (putoh kawat), karena selama ini pelaku dalam keadaan sehat, kemudian usai kejadian pelaku membuang barang bukti dan beranjak ke dekat Mapolsek Jeunieb dan diamankan patugas. “Jadi hingga saat ini belum bisa dipastikan pelaku mengalami gangguan jiwa,” ujar Kapolres Bireuen AKBP Heru Novianto SIK, kemarin.

Disebutkan, pelaku sudah diamankan ke Polres Bireuen dan memang ada beberapa pertanyaan penyidik yang dijawab secara ngawur. “Jawaban tidak jelas, bisa saja dibuat-buat atau disengajakan, tim penyelidik harus memeriksa secara mendalam dan melihat perkembangan dalam beberapa hari ke depan. “Setelah diperiksa selama beberapa hari nantinya akan ketahuan apakah saat kejadian dalam keadaan normal atau mengalami gangguan jiwa. Intinya sekarang kasus tersebut adalah pidana murni dan pelaku dikatagorikan normal sebelum ada kesimpulan lain,” ujar Kapolsek.

Menyangkut motif pembacokan, Kapolres juga belum bisa memastikan, tim penyidik sedang mengumpulkan barang bukti, meminta keterangan dari sejumlah pihak termasuk keluarga pelaku dan keluarga korban. Kepastian normal atau mengalami gangguan jiwa kata Kapolres bukan pihaknya yang menentukan, tapi tim medis yang akan memeriksa masalah kejiwaan.(yus)


Editor : bakri