Prohaba.co
Catut Nama Sekda Pidie, Kuras Uang Pencaker Rp 5 Juta
Rabu, 3 Mei 2017 15:30 WIB
SIGLI - Hanya dengan mencatut nama Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie, seorang penelpon gelap sukses menguras uang seorang pencari kerja (Pencaker) sebesar Rp 5 juta. Sang penelpon berjanji bisa mengurus tenaga kontrak yang nantinya bekerja di Kantor Bupati Pidie.

Belakangan terungkap, jika itu aksi penipuan, dan korbannya juga kadung rugi Rp 5 juta.

Korban telepon misterius itu adalah wanita berinisial RM warga Gampong Sentosa, Kemukiman Yaman, Kecamatan Mutiara. Bahkan, uang sebesar Rp 5 juta milik RM itu sukses dikuras pelaku.

Sekda Pidie, H Amiruddin MSi, Selasa (2/5), mengatakan, ia sangat terkejut seiring adanya pihak yang mencatut nama dirinya untuk menipu warga dengan cara meminta uang, dengan iming-iming mengurus tenaga kontrak yang nantinya bisa bekerja di Kantor Bupati Pidie. Pencatut nama Sekda Pidie, kini masih berkeliaran mencari mangsa dengan target wanita yang telah selesai kuliah.

Menurut Amiruddin, seorang wanita  berinisial RM warga Gampong Sentosa, Kecamatan Mutiara telah menjadi korban penipuan pelaku dengan berperan mencatut nama Sekda Pidie.  Bahkan, wanita itu telah menyerahkan uang Rp 5 juta kepada pelaku yang tidak diketahui identitasnya. RM sendiri telah menyelesaikan pendidikan dengan jurusan Syariah Manajemen Islam (SMI). “Uang telah diserahkan korban dengan bertemu langsung pelaku sebanyak dua kali. Pertama diserahkan Rp 2  juta dan kedua diserahkan Rp 3 juta,” rinci Sekda Amiruddin.

Saat wanita RM menyerahkan uang kepada pelaku dua tahap, ternyata turut dibubuhkan pada kwitansi sebagai bukti telah menyerahkan uang jaminan kepada pelaku untuk mengurus tenaga kontrak di lingkungan Kantor Bupati Pidie. Penyerahan uang itu terjadi pada tanggal 9 Maret 2017. Menurutnya, pelaku juga akan kembali menjumpai korban meminta uang lagi Rp 2 juta. “Warga seharusnya tidak langsung percaya dengan pelaku yang mengaku Sekda Pidie. Yang perlu dilakukan warga cek kebenaran penerimaan tenaga kontrak, mengingat sarana komunikasi sudah tersedia. Karena sekarang banyak penipu yang melakukan modus operandi dengan mengatasnamakan pejabat dalam aksinya menipu warga,” jelas Amiruddin.

Sementara Kabag Humas Setdakab Pidie, Safrizal, kemarin, menjelaskan, kepada semua Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) supaya lebih jeli ketika ada pihak yang mencatut nama pejabat, penyidik dan wartawan yang diminta dikirimkan uang.(naz)

Editor : bakri