Prohaba.co
Pasutri Hipnotis dan Poroti Penjual Baju Daster
Selasa, 2 Mei 2017 15:50 WIB
BLANGKEJEREN  - Pasangan suami istri (pasutri), Sahkijang (36) dan Nurhayati (33), warga Lawe Sumur Kutacane Agara, dicokok polisi perbatasan Rumah Bundar Putri Betung, Senin (1/5), sejenak dilaporkan korbannya atas kejahatan hipnotis.

Pelapor yang sehari-hari berjualan baju daster, mengaku diporoti perhiasannya, oleh pasutri tersebut, hingga menderita kerugian belasan juta rupiah.

Korban adalah Ny. Eriyani (33) warga Lempuh Kecamatan Blang Kejeren Galus. Sehari hari ia tercatat sebagai PNS, namun juga berjualan baju daster. Insiden hipnotis terjadi, Minggu (30/4) sekira pukul 16.00 WIB di rumah korban.

Akibatnya korban Eriyani kehilangan gelang perhiasan sebanyak 7 mayam. Selain itu, korban kehilangan satu buah perhiasan cincin dan kalung, mainan kalung, kemudian sebuah Hp merek Siaomi. Pasutri dari Kutacane itu ditangkap saat melintas dengan mopen umum di pos polisi perbatasan, ketika hendak kembali ke Kutacane dari Blangkejeren.

Kapolres Galus melalui, Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama, mengatakan, pasangan suami istri warga Lawe Sumur Kutacane Agara itu ditangkap oleh anggota polisi pos berbatasan Galus-Agara di Rumah Bundar Kecamatan Putri Betung.

Korban baru menyadari menjadi korban, beberapa jam kemudian. Tak lama berselang korban melaporkan insiden itu kepada polisi, alhasil polisi pos perbatasan menangkap kedua pelaku di perbatasan Rumah Bundar saat kedua pelaku melintas dengan tujuan kembali ke Kutacane dengan mobil angkutan umum. “Kedua pelaku tindak pidana pencurian dengan cara hipnotis yang telah diamankan Polisi di Mapolres Galus untuk mempertanggungjawabkan perbuatnya,” sebut Kapolres. 

Korban kepada polisi menyebutkan, kedua tersangka pelaku datang ke rumah korban dengan dalih berbelanja (membeli) baju daster sebanyak 2 kodi, untuk keperluan bantuan bencana alam di Kutacane Agara. Bahkan pelaku sebelumnya sempat minta air kepada korban, selain itu pelaku juga sempat numpang shalat di rumah korban. “Kasus pencurian dengan cara hipnotis tersebut terus dikembangkan lebih lanjut, karena kemungkinan ada korban lain,” demikian Kasat Reskrim Polres Galus.(c40)


Editor : bakri