Prohaba.co
Gadis Kecil Blang Ranto Dihabisi Penjaga Kantin Sekolah
Minggu, 30 April 2017 17:53 WIB
* Pelaku Berlagak Ikut Mencari dan Menemukan Korban 

LHOKSUKON – Tragedi kematian bocah perempaun dari Gampong Blang Ranto Kecamatan Sawang, Aceh Utara, yang ditemukan, tewas tanpa busana, Jumat (28/4) petang, akhirnya terungkap. Polisi yang bekerja cepat, mencokok remaja Muh (18), warga Blang Ranto, yang menjadi tersangka tunggal kematian bocah perempuan bernama SC (6).

Ironisnya, Muh sendiri yang berlagak menemukan bocah SD dalam kondisi tak bernyawa, setelah warga gampong gagal mencari keberadaan gadis malang itu selama berjam jam, pasca dinyatakan hilang.

Remaja Muh yang ternyata penjaga kantin SD Negeri 25, mengeksekusi bocah malang SC, sebelum melampiaskan hasrat bejatnya. SC dihabisi dengan cara mencekik, karena melawan dan menjerit histeris saat akan menjadi korban kejahatan seksual Muh.  

Seperti diberitakan sebelumnya, bocah SC (6,5) asal Dusun Ara Selo Desa Blang Ranto Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Jumat (28/4) sekitar pukul 16.00 WIB ditemukan dalam kondisi telentang tanpa pakaian di semak-semak, belakang SD Negeri 25 Sawang. Pada bagian leher korban ditemukan bekasan luka karena bekasan cekik.

Korban ditemukan Muh (18) remaja asal desa setempat yang berjualan di kantin sekolah tersebut. Belakangan terungkap, remaja tersebut yang mencekik bocah yang belum sekolah tersebut hingga tewas.  

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kapolsek Sawang Iptu Muhammad Ridwan, Sabtu (29/4) menyebutkan, pagi sekitar pukul 08.00 WIB, korban berangkat bersama kakaknya, ND (9) yang duduk di kelas tiga, ke SD Negeri 25 untuk sekolah. Lalu sekitar pukul 11.00 WIB, sang kakak ND pulang ke rumah sendiri.

Orang tua korban menanyakan keberadaan korban kepada kakanya, kenapa tidak dibawa pulang. Saat itu ND menyebutkan adiknya sudah pulang sekitar pukul 09.00 WIB. Belakangan setelah dicari berjam jam, barulah ditemukan korban dalam kondisi tak bernyawa.

Korban dibawa ke RSUD Cut Meutia Aceh Utara untuk divisum. Karena curiga, lalu petugas menginterogasi remaja Muh yang menemukan korban. “Lalu diketahui pelakunya adalah Muh yang berjualan di kantin sekolah tersebut, sehingga korban langsung diamankan ke Mapolres Lhokseumawe untuk  proses penyelidikan,” kata Kapolsek Sawang.

Kapolsek Sawang Iptu Muhammad Ridwan juga menyebutkan, berdasrkan pengakuan tersangka Muh, ia bertemu korban di kantin, lalu mengajak bocah kecil itu ke belakang sekolah dengan alasan untuk mencari burung.

Saat itulah tersangka mulai menjalankan aksi kejahatan seksualnya, yang berakhir dengan kematian bocah malang SC. Lalu remaja itu meninggalkan korban di semak-semak, kemudian pulang ke rumah untuk mengganti pakaian dan mandi, selanjutnya pergi melaksanakan shalat jumat. Ketika warga sudah mencari korban, remaja itu juga ikut mencari dan berlagak berhasil menemukannya.(jaf)

Editor : bakri