Prohaba.co
Keluarga Riyanto Dibantai Tamu
Senin, 10 April 2017 15:47 WIB
MEDAN – Pembantaian satu keluarga yang menyebabkan lima orang tewas di Jalan Kayu Putih/Mangaan, Gang Benteng, Medan Deli disinyalir dilakukan orang dekat. Pelaku diketahui datang berjalan kaki dan pergi membawa sepeda motor korban.

Pembantaian pada Minggu (9/4) tengah malam ini menyebabkan Riyanto (40) bersama istrinya, Sri Ariyani (40), mertua Sumarni (60) dan dua anaknya, Gilang (8) serta Naya (4) tewas bersimbah darah. Riyanto dan istrinya tergeletak di ruangan bagian belakang rumah, sementara korban lain diyakini dihabisi pelaku saat dalam kondisi tidur. Dugaan ini merujuk dari posisi ketiga korban yang masih berada di atas tempat tidur.

Sementara anak bungsu Riyanto, Kinara yang baru berusia empat tahun ditemukan kritis. Warga langsung membawa bocah malang ini ke RS Mitra Medika.

Tetangga korban, Isa (40) mengatakan korban sempat kedatangan tamu pada pukul 23.30 WIB. Isa mengaku tidak melihat sosok tamu itu, tapi karena posisi rumahnya hanya dipisahkan satu bangunan, ia cukup yakin tamu tersebut seorang lelaki.

Bahkan wanita ini mengaku mendengar jelas ucapan korban ketika menyambut tamu misterius tersebut. “Kok gak nelpon kau,” ujar Isa kepada penyidik menirukan ucapan korban.

Selepas itu ia mengaku tidak mengikuti perkembangan kondisi di rumah tentangganya itu. Hanya saja selang satu jam kemudian, ia mendengar ada suara sepeda motor pegi meninggalkan rumah korban. Belakangan diketahui Honda Vario putih milik korban lenyap.

Keluarga sendiri juga meyakini kalau Riyanto yang semasa hidup bekerja sebagai mandor di perusahaan pupuk memiliki masalah pelik. Setahu mereka korban memiliki banyak teman dan tidak pernah berselisih. Mereka pun yakin pelaku merupakan kenalan Riyanto.

“Di sini ni rumah keluarga semua. Itu yang depan rumah ayah kandung Riyanto. Jadi kalau perampok pasti gak bisa,” kata Aguswanto, sepupu Riyanto.

Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel yang sengaja datang ke rumah korban mengatakan seluruh keterangan saksi masih terus didalami penyidik. Meski begitu ia mengakui tidak tertutup kemungkinan pelaku merupakan orang yang mengenal korban. Namun mengenai motif, jenderal bintang dua ini belum bisa menyampaikannya karena masih menunggu hasil penyidikan.

“Kita berduka ya, karena masih ada anak korban yang masih balita saat ini dirawat. Ini tentu menimbulkan trauma bagi dia,” kata Rycko.

Selain membawa kabur sepmor korban, diketahui satu unit ponsel di rumah korban juga hilang. Raibnya dua barang ini kata Rycko tidak lantas menjadikan motif kasus ini sebagai perampokan. Bisa saja pelaku mengambil sepmor sebagai alat melarikan diri, dan ada sesuatu hal penting yang tersimpan di ponsel korban, sehingga harus dilenyapkan oleh pelaku.(mad)

Editor : bakri