Prohaba.co
Orok Perempuan Berbalut Jilbab Dibuang di Bineh Krueng
Minggu, 2 April 2017 15:33 WIB
LHOKSUKON – Warga Gampong Meunasah Asan Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Sabtu (1/4) sekitar pukul 07.30 WIB pagi, dihebohkan dengan temuan orok (bayi baru dilahirkan) berkelamin perempuan di tanggul Krueng (Sungai) Keureutoe, kawasan Gampong Meunasah Asan.

Orok malang yang dibuang bak anak hewan baru dilahirkan itu, ditemukan dalam kondisi berlumuran darah diletakkan berlapis baju kaos. Orang pertama yang menemukan adalah Yusnidar, warga Gampong Meunasah Asan. “Saat itu Yusnidar hendak pergi ke pasar untuk berbelanja. Ia biasa melewati tanggul sungai tersebut, sesampai di lokasi itu ia terkejut melihat ada bayi yang masih berlumuran darah di atas kain selendang,” kata Keuchik Meunasah Asan Amiruddin, kemarin.

Lalu ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Sekdes Meunasah Asan. Tak lama kemudian diteruskan kepada keuchik yang langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Lhoksukon. “Tak lama kemudian tiba polisi di lokasi bersama petugas medis untuk mengamankan bayi itu ke Puskesmas Lhoksukon guna mendapat perawatan,” kata  Keuchik.

Sementara itu Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata melalu Kapolsek Lhoksukon Iptu Hendra Gunawam Tanjung, kemarin mengatakan, saat ditemukan tali pusat bayi itu sudah terpotong, tapi belum diikat. Bayi itu terbungkus dengan jilbab warna cokelat dan beralas baju kaos warna merah milik orang dewasa.

Kemungkinan besar bayi itu dilahirkan di tempat lain kemudian dibuang di tanggul sungai itu. Kini kasus tersebut sedang dalam proses penyelidikan. Petugas sedang mengumpulkan data untuk mengetahui ibu dan ayah dari bayi tersebut. “Sekarang bayi sudah dimasukkan dalam inkubator. Tadi sudah ramai warga yang meminta adopsi, tapi belum bisa diizinkan karena masih dalam lidik,” kata Kapolsek Lhoksukon.

Sementara itu Kepala Puskesmas Lhoksukon dr Rahmat menyebutkan, berat bayi perempuan 2,5 kilogram dengan tinggi 49 centimeter. Diperkirakan bayi itu saat ditemukan baru lahir sekitar lima jam. “Saat ditemukan masih berlumuran darah, tapi sudah dibersihkan dan kondisinya sehat,” ujar kepala Puskesmas Lhoksukon.(jaf)

Editor : bakri