Prohaba.co
Rumors Culik Mencuat Lagi
Selasa, 14 Maret 2017 15:28 WIB
TAPAKTUAN - Sejak beberapa hari terahir ini masyarakat di Kecamatan Tapaktuan dan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, dihebohkan dengan isu culik terhadap anak. Belakangan terungkap jika rumors itu lebih mengarah kepada radio meuigoe atau rumors semata, karena sejauh ini tak ada korban culik yang dilaporkan.

Warga hanya mengaku kepada tetangga atau kerabat bahwa ada orang tak dikenal masuk rumah dan terkesan mengajak anak anak keluar. Yang lebih mirisnya, isu culik itu dikaitkan dengan profesi sales, padahal tak ada satu pun sales yang dimintai keterangan oleh polisi, terkait rumors culik anak.

Seorang anggota DPRK Aceh Selatan Hadi Surya mengaku diceritakan oleh kerabatnya bahwa anak sang kerabat sempat terkesan seperti mau dilarikan oleh pria yang mengaku sales. Belakangan pria itu diakui juga pergi begitu saja, setelah sang anak diamankan oleh asisten rumah tangga. “Kita berharap jika ada pendatang mohon ketika masuk ke desa - desa melaporkan dulu ke aparat desa tersebut, jangan asal masuk,” pesan Hadi Surya.

Hadi mengaku, secara lisan sudah melaporkan dugaan percobaan penculikan tersebut ke Pores Aceh Selatan. Kasus tersebut belum dilaporkan secara resmi.

Masih seputar cerita dan pengakuan, Subhan, warga Tapaktuan, juga bercerita tentang keluarganya yang mengalami nasib yang sama. Namun sekali lagi, itu hanya cerita dari pihak ketiga.

Beda halnya dengan Mawaddah (30), warga Perumna Samadua, ia mengaku didatangi seorang pria yang mengaku sebagai tim Survey tabung Elpiji dari PT Pertamina. “Pria itu mengaku dari Pertamina dan mau mensurvey kelayakan tabung Elpiji, saya blang di rumah lagi tidak ada orang, suami saya lagi kerja, namun dia seperti memaksa ingin masuk ke dalam. Karena gelagatnya mencurigakan saya langsung tutup dan mengunci pintu,” ungkap Mawaddah.

Sekali lagi, surveyor itu juga bukan untuk menculik anak, namun hanya untuk melakukan survey, namun gelagatnya yang dinilai ‘tak sehat’. 

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Achmadi S.Ik  yang dionfirmasi Serambi melalui kasat Reskrim AKP Darmawanto S.Sos mengaku sudah menderngar isu tersebut, namun pihaknya belum menerima laporan dan pengaduan resmi dari masyarakat. Kendati demikian pihaknya tetap melalukan pengawasan terhadap pendatang - pendatang dari luar daerah yang masuk ke wilayah hukum Polres Aceh Selatan. Sejauh ini rumors culik anak yang meluncur bak radio meuigoe itu belum terbukti.(tz)

Editor : bakri