Prohaba.co
Hakim Perintahkan Polisi Bebaskan Terduga Pembunuh Kuna
Selasa, 14 Maret 2017 15:27 WIB
MEDAN - Praperadilan yang diajukan Siwaji Raja alias Raja Kalimas, tersangka pembunuh Indra Gunawan alias Kuna ke Pengadilan Negeri Medan dikabulkan sebagian oleh majelis hakim, Senin (13/3). Kapolrestabes Medan Kombes Sandi Nugroho, selaku termohon diperintahkan segera membebaskan Raja dan memulihkan nama baiknya.

Putusan ini dibacakan majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik berdasarkan fakta persidangan. Salah satu dasar putusan ini dijelaskan Erintuah terkait barang bukti yang tidak bisa dihadirkan termohon. Padahal dalam hukum pidana, unsur utama berlanjutnya proses peradilan berupa bukti sebanyak dua buah. “Pertimbangannya karena termohon tidak sanggup menunjukkan barang bukti. Dalam kasus pidana, seharusnya ada dua bukti kuat untuk menjerat tersangka,” kata Erintuah.

Pengadilan selanjutnya memerintahkan Kapolrestabes Medan segera mengeluarkan pemohon dari tahanan sekaligus menanggung biaya perkara. Dalam putusannya, majelis hakim juga meminta termohon untuk memulihkan nama baik Raja melalui media cetak dan elektronik terbitan nasional. Bahkan karena kondisi keuangan negara sedang buruk, termohon diharuskan membayar denda Rp 1 juta. “Pertimbangan di mana keuangan negara sedang tidak baik, termohon harus membayar denda satu juta rupiah kepada pemohon,” sambung Erintuah.

Putusan ini langsung disambut gembira keluarga Raja yang meramaikan ruang persidangan. Sementara Kawidah, istri mendiang Kuna yang juga berada di dalam ruang sidang tidak bereaksi. Tak lama hakim menutup sidang, ia langsung meninggalkan ruangan terkesan menghindari wartawan.

Iptu Rismanto J Purba yang maju sebagai kuasa hukum termohon mengaku belum bisa menyampaikan apapun karena ia harus bediskusi dulu dengan termohon. Tapi selaku aparat penegak hukum, ia menerima putusan hakim. “Prinsipnya kami menerima putusan ini. Untuk langkah berikutnya, kami diskusikan dulu,” ujarnya singkat.

Kuna ditembak di depan toko miliknya yang bergerak di bidang pernjualan dan perbaikan senjata ringan dan angin di Jalan Ahmad Yani, Medan Barat, Rabu (18/1) pagi. Polisi yang bergerak cepat langsung menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat, bahkan dua di antaranya ditembak mati.

Dari keterangan para pelaku inilah polisi menyimpulkan kalau otak pembunuhan dilakukan Raja. Hubungan Raja dengan Kuna sendiri terbilang tidak baik. Sebelum tewas, Kuna berstatus terlapor di Polda Sumut atas laporan yang dilakukan Raja.(mad)

Editor : bakri