Prohaba.co
Dilempar Batu, Pengemudi Mobil Balas dengan Tembakan
Selasa, 28 Februari 2017 16:15 WIB
MEDAN - Polrestabes Medan menangkap lima pelaku penembakan di Jalan Besar Delitua, Kecamatan Pancurbatu, Deliserdang, Senin (27/2). Siapa sangka penganiayaan berat ini diawali persoalan sepele, yakni mobil pelaku dilempar batu.

Kelima tersangka, EJB, DP, RP, ISK, dan MB yang ditangkap terpisah oleh polisi kini sudah dikumpulkan di dalam sel Maporestabes Medan. Mereka dituduh telah menembak Jhon Alfin Ferdinan hingga menyebabkan korban terluka di kaki dan harus dirawat intensif di RSUP Adam Malik, Medan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Febriansyah mengatakan, tersangka menyerang menggunakan senapan angin dan senjata airsoft gun. Menurutnya ada dua versi yang menyertai kasus ini. Versi korban menjelaskan mereka dihampiri mobil yang ditumpangi lima orang.

Tanpa alasan jelas, dua penumpang mobil itu langsung mengarahkan senjata mereka ke kerumunan tempat korban berkumpul dengan temannya. Serangan brutal ini menyebabkan Jhon Alfin Ferdinan tergeletak akibat tertembak di bagian paha. “Salah satu saksi ketika dimintai keterangan menyebut salah satu yang menembak ialah EJB. Kami langsung memburu EJB dan kemudian berhasil menangkap pelaku lainnya,” kata Febriansyah.

Sementara versi tersangka lain lagi. Penembakan itu diakui tersangka hanya aksi membela diri. Saat melaju di jalur lintas yang menghubungkan Medan dengan Berastagi itu, mobil tersangka dilempar. Tak senang dengan intimidasi itu, EJB yang awalnya hanya sendirian di dalam mobil, langsung memanggil teman-temannya untuk melakukan aksi balasan. “Tersangka mengatakan ada yang melempar mobilnya. Pada saat kejadian, hanya korban dan beberapa temannya yang ada di lokasi,” lanjut Febriansyah.

Febri tidak menampik ada kemungkinan antara korban dan tersangka memiliki persoalan pribadi. Apalagi dari keterangan awal kedua belah pihak yang bertikai saling mengenal. Penyidik berencana akan mengkonfrontir tersangka dan korban untuk menemukan kronologis lengkap penembakan ini. “Nanti setelah korban sehat, akan kita pertemukan (konfrontir). Untuk sementara kita lengkapi BAP kelima pelaku,” tukas Febriansyah.(mad)

Editor : bakri