Prohaba.co
Jenazah Dua Pemuda Ditembak di Lampung Tiba di Paya Bakong
Rabu, 1 Februari 2017 15:34 WIB
LHOKSUKON - Jenazah dua pemuda asal Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, Selasa (31/1), sekira pukul 05.00 WIB, tiba di rumah orang tuanya masing-masing. Sebelumnya, pria bernama Feri Ardian (25) asal Keude Paya Bakong dan Zamzana (20) asal Cot Tufah, tewas ditembak tim Polda Lampung pada Kamis (26/1), sekira pukul 22.30 WIB, di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Ketapang Telukbetung Selatan, Provinsi Bandar Lampung lantaran diduga terlibat jaringan narkoba.

Di sejumlah media massa, aparat Polda Lampung menyebutkan, keduanya ditembak karena melawan dengan dua senjata rakitan saat penangkapan. Selain dua senjata rakitan tersebut, bersama mereka polisi menemukan 4.500 butir ekstasi dan Mobil Xenia BE 2171 YG. Namun, pihak keluarga pemuda itu mengaku banyak ditemukan kejanggalan dalam kasus tewasnya anak mereka.

“Berdasarkan penjelasan polisi, anak saya ditembak karena ketika distop mobilnya tidak berhenti dan malah melepaskan tembakan. Polisi berasalan terpaksa menembak keduanya sehingga anak saya terkena tembakan dua kali di dada dan meninggal bersama Zamzana dalam mobil,” ujar Khairuddin (49), ayah Ferdian, kepada Prohaba, kemarin.

Namun, berdasarkan penjelasan pemilik rumah yang disewa Ferdi, kata Khairuddin, anaknya ditangkap di rumah yang disewa bersama Zamzana pada Kamis (26/1), sekira pukul 17.00 WIB. Polisi juga menggeledah pemilik rumah sewa tersebut, tapi tidak ditemukan apa pun dalam rumah sewa Ferdi dan pemilik rumah sewa itu.

“Lalu, sekitar pukul 22.00 WIB, pemilik rumah itu sudah mendengar kabar Ferdi dan Zamzana terkena tembakan dalam kontak tembak di kawasan Jalan Lintas Sumatera. Padahal, sorenya anak saya dan Zamzama dibawa petugas bersama satu unit mobil Xenia,” katanya.

Kejanggalan lain, lanjutnya, darah akibat luka tembakan di dalam mobil hanya sedikit. Menurutnya, tidak wajar bila orang terkena tembakan sampai meninggal dalam mobil, darah hanya sedikit.

Kejanggalan lain lagi, imbuh dia, mobil itu ditemukan di kawasan perbukitan, bukan di lintas Jalan Lintas Sumatera. Di mobil hanya ditemukan satu sandal, bukan sepasang,” ujar Khairuddin.

Kata dia, banyak ditemukan keanehan dan tidak sesuai seperti yang disampaikan polisi. “Banyak keanehan lain yang kami temukan. Namun, saya sudah mengikhlaskannya dan tidak menuntut lagi. Tapi kami tidak bisa terima jika disebutkan anak saya meninggal dalam kontak tembak karena terlibat jaringan narkoba,” katanya.

Dia menambahkan, jenazah keduanya dibawa pulang dari Lampung lalu transit di Bandara Soekarno-Hatta menggunakan pesawat. Kemudian ke Bandara Kualana Namu, Medan.

“Dari Medan kami bawa pulang dengan ambulans. Tadi (kemarin-red) pagi sekira pukul 10.00 WIB, sudah dikebumikan di desa masing-masing,” pungkas Khairuddin.(jaf)

Editor : bakri