Prohaba.co
‘Bototkan’ Aset Pemko, Dua PNS Dikurung Polisi
Kamis, 12 Januari 2017 15:26 WIB
MEDAN - Dua oknum PNS Pemko Medan ditangkap polisi setelah kedapatan akan menjual besi bekas bongkaran papan reklame. Tindakan keduanya berpotensi menimbulkan kerugian Rp 800 juta.

Rikardo Gurning (38) warga Jalan Keruntung, Medan dan Abran Vincen Hutapea (40) penduduk Jalan Kemiri III, Medan ditangkap saat beraksi di depan Taman Cadika, Jalan Karya Wisata, Medan Johor, Selasa (10/1) malam. Saat itu keduanya tengah berupaya mengangkut tumpukan besi bekas pembongkaran tiang reklame menggunakan dua unit mobil crane.

Kejahatan dua oknum PNS ini sendiri terendus setelah polisi mendapat laporan dari Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Medan tentang adanya pencurian besi bekas itu. Bedasarkan Peraturan Wali Kota Medan Nomor 38 tahun 2014 tentang Reklame, dijelaskan barang bekas reklame menajdi aset Pemko Medan. “Kalau namanya aset yang harus dikembalikan ke Pemko. Dan kita lihat memang ada upaya tersangka untuk menguasai besi bekas reklame itu,” kata Kapolsek Delitua AKP Wira Prayatna, Rabu (11/1).

Dari keterangan kedua tersangka disimpulkan pencurian ala botot ini sudah direncanakan. Mereka berniat menjual barang bekas itu ke sebuah perusahaan yang bergerak di bidang advertising. Meski berstatus barang bekas, sepintas tiang besi yang dicuri tersangka masih dalam kondisi baik, sehingga sangat memungkinkan untuk digunakan kembali.

Polisi berjanji akan memintai keterangan perusahaan yang dikatakan tersangka sebagai mitranya untuk mengungkap apakah berperan dalam pencurian ini. Dijelaskan Wira, pihak TRTB Medan mengklaim potensi kerugian yang ditimbulkan dari kejahatan ini ditaksir Rp 800 juta.

“Melihat potensi kerugian yang besar, kedua tersangka kita tahan,” papar Wira.(mad)

Editor : hasyim