Prohaba.co
Napi Rutan Singkil Meninggal
Rabu, 11 Januari 2017 16:42 WIB
* Keluarga Almarhum Sempat Emosi

SINGKIL - Seorang narapidana (napi) muda Rumah Tahanan Cabang Singkil, Pa Aja (22), dinyatakan meninggal, Selasa (10/1). Kematian warga Suka Damai, Singkil, Aceh Singkil, tersebut sempat membuat keluarga dan warga setempat tersulut emosi. Beruntung pihak kepolisin dari Polsek Singkil dan Singkil Utara, tiba di lokasi berhasil menenangkan warga.  

Warga emosi lantaran pihak keluarga sebelumnya tidak diberitahu jika PA Aja sakit, serta penyebab pasti kematiannya. Tahu-tahu jenazah napi yang tersandung kasus pencabulan tersebut, sudah diantar ke rumah. “Saya ditelpon sakit. Setengah jam kemudian ditelpon lagi katanya sudah meninggal,” kata Hasan Nandeh orang tua PA Aja.

Hasan menyatakan dirinya tidak tahu pasti penyebab kematian anaknya. Ia berharap pihak kepolisian bisa mengungkapnya, agar tidak timbul kecurigaan negatif dari keluarga. “Supaya penyebab kematian ditransparankan, agar terang benderang,” ujar Hasan.

Menurut Keterangan Hasan, anaknya menderita gangguan jiwa. Saat masa persidangan dirinya sempat diminta memeriksakan Pa Aja ke rumah sakit di Banda Aceh dan Medan, sayang lantaran terkendala biaya tidak bisa dilakukan. Proses hukum pun tetap berlanjut hingga hakim menjatuhkan vonis 10 tahun. “Baru sekitar tujuh bulan menjalani hukuman. Anak saya hanya bisa diam dan tertawa tidak jelas, hakim dan jaksa sempat minta saya memeriksa anak ke rumah sakit. Tapi saya tidak sanggup karena tak ada biaya sampai dia divonis 10 tahun,” jelas Hasan.

Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian, melalui Wakapolsek Singkil, Ipda Abd Malik, mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi jika keluarga ingin mengetahui penyebab pasti meninggalnya Pa Aja. “Tadi napi teman satu kamarnya diminta warga jadi saksi penyebab kematian. Tapi setelah kami jelaskan mereka memahami, kami sampaikan siap memfasilitasi jika diperlukan keluarga,” kata Malik.

Pa Aja dari Rumah Tahanan Cabang Singkil sempat dibawa ke Puskesmas Singkil Utara. Hal itu dibenarkan Kepala Puskesmas Singkil Utara, dr Nur Asiah Sofyan.

Menurutnya, ketika tiba dokter langsung melakukan tindakan, namun nyawanya tidak tertolong. Berdasarkan hasil pemeriksaan diperkirakan meninggal satu sampai dua jam sebelum dibawa ke Puskesmas. “Memang betul tepat pukul 09.30 WIB, dibawa ke Puskesmas. Keterangan dari dokter saat tiba sudah dalam kondisi meninggal. Kalau dari luar tidak ada tanda-tanda kekerasan. Namun penyebab pastinya harus dilakukan otopsi,” jelas dr Ai, sapaan akrabnya.  

Sementara itu, Kepala Rumah Tahanan Cabang Singkil, Khatimin, coba dikonformasi melalui telpon selulernya tidak menjawab. Begitupun ketika di SMS, hingga berita ini disusun pukul 14.00 WIB, belum membalas.(de)

Editor : hasyim