Prohaba.co
Dor... Feri Tewas Tertembak
Senin, 28 November 2016 16:36 WIB
* Saat Melarikan Diri

KUALASIMPANG - Dor... Feri (22) tewas ditembak aparat Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tamiang, Sabtu (26/11) malam. Warga Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, tersebut melarikan diri saat polisi hendak menangkap M (23), warga sama. 

Sebelumnya, polisi mencurigai M bagian dari sindikat pencurian sepeda motor di wilayah hukum Aceh Tamiang. Pada Sabtu malam itu, polisi bermaksud menangkap M. Ketika polisi datang dan menciduk M, Feri melarikan diri. Polisi menduga, Feri pembeli sepeda sepeda motor yang dicuri M.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Yoga Prasetyo, mengatakan mulanya polisi mendapat informasi sejumlah warga Aceh Tamingan kehilangan sepeda motor. “Bulan ini ada lima kasus pencurian sepeda motor. Dalam pengungkapan, kami temukan penadah dulu baru kemudian kami kembangkan kepada pencurinya,” ujar Yoga kepada Prohaba, Minggu (27/11).

Dari informasi tersebut, polisi menyelidiki sepeda motor yang hilang dan diketahui  ada bagian dari sindikat yang akan transasi di Seumadam. menindaklanjuti informasi tersebut, polisi menyaru sebagai pembeli. Kemudian menangkap M di sekitar SPBU Seumadam.

Setelah itu, polisi menginterogasi M. Kepada polisi, M mengaku ada sepeda motor hasil curian yang akan dijual lagi.

Membuktikan perkataan M, polisi meminta dia menghubungi Feri dan mengabarkan ada sepeda motor lagi yang akan dijual. kemudian, M meminta Feri menunggu di rumahnya. “Dalam komunikasi tersebut, M sempat mengalihkan beberapa pembicaraan lain,” ujar Yoga.

Mengetahui Feri di rumah, polisi langsung menuju ke lokasi di sekitar SPBU Seumadam. Saat polisi tiba di sana, Feri melarikan diri mengendari sepeda motor Suzuki Satria curian. 

“Anggota saya langsung mengejar dan mengeluarkan tiga tembakan peringatakan ke udara. Namun F tetap melarikan diri,” ujarnya.

Dalam situasi malam yang kian gelap, polisi pun berupaya melumpuhkan Feri dengan melepaskan tembakan ke arahnya. Namun tembakan tersebut mengenai punggungnya Feri roboh.

Melihat targetnya terkapar, polisi pun segera melarikan Feri ke rumah sakit Aceh Tamiang. Akhirnya, Feri tewas malam itu juga. “kami sedang mengambangkan kasus ini lebih lanjut lagi,” pungkas Yoga.

Penasehat Ketua Pemuda Dusun Karya, Seumadam, Suherman S, mengaku pihaknya tidak terima dengan cara polisi mengejar target seperti Sabtu (26/11) malam itu. Menurutnya, imbuh Suherman, polisi lebih dulu mengenali siapa target operasinya. “Apakah anak tersebut pemakai narkoba atau bukan. Bagaimana kesehariannya,” ujar Suherman saat dihubungi Prohaba, kemarin.

Menurut dia, Feri merupakan anak kemarin sore yang langsung dilumpuhkan lewat tembakan. “Kalaupun dilumpuhkan, lihat orangnya apakah dia membahayakan atau tidak. Sehari-hari, ia kerjanya tukang dan tulang punggung keluarga. Orang tuanya sudah bertahun tahun janda,” tandas Suherman.(md) 

Editor : bakri