Prohaba.co
Komplotan Pungli Diamankan Polisi
Kamis, 29 September 2016 16:15 WIB
KUALASIMPANG - Aparat Polres Aceh Tamiang mengamankan komplotan terduga pelaku dugaan pungutan liar terhadap mobil box pedagang saat parkir mengantar barang ke toko. Operasi komplotan yang terdiri atas tujuh orang itu dilaporkan meresahkan para pedagang.

Ketujuh orang yang dicokok polisi itu adalah, Miswan (57) warga Dusun Mawar, Kampong Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Zulkarnain (47) warga Desa Paya Bedi Kecamatan Rantau, Iwan (39), Candra Tribuna (35) keduanya warga Kampong Kota Lintang, M Ibrahim (53) dan M Nazar (36) warga Kampong Perdamaian, dan Bambang Suprianto (36) warga Kampong Sriwijaya Kecamatan Kualasimpang.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Yoga Prasetyo SIK melalui Kasat Reskrim Ferdian Chandra, Rabu (28/9) mengatakan, penangkapan ketujuh orang terduga pelaku pungutan liar itu dalam rangka operasi  program promoter berupa pembersihan premanisme.

Komplotan itu dalam menjalankan pungutan liar menggunkan modus organisasi  serikat pekerja dan kelompok pemuda Kota Kualasimpang. “Pelaku melakukan perbuatan tersebut dengan cara meminta uang jasa angkutan Rp 5000 sampai dengan Rp 20000 mengatasnamakan organisasi serikat pekerja dan kelompok kepemudaan kampong terhadap salesman yang menggunakan mobil box,” ujarnya.

Pihak polisi mengklaim, pungutan liar yang mereka lakukan merupakan perbuatan yang tidak dibenarkan. Selain itu merupakan bentuk premanisme yang merugikan pihak lain. Selain itu juga mengakibatkan melonjaknya harga bahan makanan dan  sembako di pasar Kota Kuala Simpang, yang kahirnya merugikan masyarakat luas di Aceh Tamiang. 

Polisi juga menemukan satu buku kwitansi penerimaan uang berstempel Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), satu buku kwitansi penerimaan uang berstempel Ikatan pemuda karya (IPK), dua buku kwitansi penerimaan uang berstempel Kesejahteraan pemuda kota (KPK), satu buku retribusi Organda, uang senilai Rp 189.000 dan Kartu tanda pengenal.(md)

Editor : bakri