Prohaba.co
Gara Gara Kecap, Muzakir Sekap Pria ABG
Sabtu, 24 September 2016 11:16 WIB
MEDAN - Polsek Medan Barat mengamankan enam pria dari dalam toko Buena Raseuki, Jalan Karya, Medan Barat karena menyekap seorang remaja, Jumat (23/9). Korban yang masih di bawah umur diperlakukan tidak wajar hanya gara gara persoalan kecap.

Keenam pelaku, Muzakir, Imam, Rahmadi, Herdianto, Dipa Araidi Syahputra dan Rasi dituduh menyekap Z (14) sejak Jumat (23/9) pukul 02.00 WIB. Dini hari itu, pemilik toko Muzakir mendapat laporan kalau 25 botol kecapnya hilang dari dalam gudang.

Laporan tidak sedap ini membuat Muzakir berang dan langsung memimpin operasi pencarian pelaku pada saat itu juga. Kebetulan tidak jauh dari tokonya, mereka menemukan sebuah karung berisi puluhan botol kecap yang diyakini berasal dari toko milik Muzakir. Mereka menemukan Z berada pada posisi yang juga tidak begitu jauh dari karung itu.

Keenam pria dewasa ini langsung mengamankan Z. Tapi bukannya membawa Z ke kantor polisi untuk diproses secara hukum, remaja ini justru dibawa ke dalam toko.

Kabar ‘penculikan’ ini pun dengan cepat menyebar dan didengar orang tua Z. Awalnya keluarga korban mencoba menggunakan jalur komunikasi untuk membebaskan Z dari sekapan enam pria dewasa itu. Tapi taktik ini sama sekali tidak berhasil, sehingga cara lain dengan melibatkan aparat hukum pun ditempuh. “Orang tua korban datang sendiri untuk membuat laporan. Dalam laporan itu dia menerangkan anaknya disekap di dalam sebuah toko,” kata Kapolsek Medan Barat Kompol Viktor Ziliwu.

Polisi sendiri baru melancarkan proses pembebasan pukul 09.00 WIB atau berselang tujuh jam dari saat korban ‘diculik’. Beberapa pelaku sempat mencoba kabur ketika polisi menyergap toko kelontong itu. Namun pelarian pelaku tidak lama, karena menit itu juga bisa diatasi polisi.

Diungkapkan Viktor, motif penyekapan ini didasari kecurigaan Muzakir terhadap Z sebagai pelaku pencurian kecap. Kekesalannya semakin bertambah ketika Z menunjukkan sikap tidak koorperatif ketika diinterogasi. “Diawali ada kasus pencurian kecap. Pelaku curiga karena ada kepentingan apa korban jam dua pagi ada di situ,” kata Viktor.(mad)

Editor : hasyim