Prohaba.co
Gadis Belia Diculik di Depan Rumah
Selasa, 30 Agustus 2016 16:06 WIB
* Cincin Tunangan Raib

SIGLI - Tara Tenisa (20) warga Gampong Pante Teungoh, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, yang ditemukan empat hari lalu di dalam parit dengan kondisi mulut dan kaki terlakban serta tangan terikat, ternyata diculik di depan rumahnya saat membuang air kecil.  

Saat diculik, Tara sempat dipukul dan diambil cincin tunangan yang sebentar lagi hendak menikah dengan pria pujaannya. Penculikan tersebut masih berbalut misteri karena korban sendiri tidak mengetahui motif diculik oleh tiga pelaku yang belum diketahui identitasnya. “Saya tidak mengetahui motif penculikan menimpa saya. Pelaku berjumlah tiga orang dan saya tidak kenal ketiga pelaku itu,” kata Tara Tenisa bersama ibu kandungnya yang datang ke Biro Sigli, Senin (29/8), untuk mengklarifikasi berita yang dimuat Prohaba, Jumat (26/8). 

Tara Tenisa mengkisahkan, bahwa kejadian penculikan terhadapnya sekitar pukul 02.00 WIB, dini hari. Saat itu, Tara hendak membuang air kecil di sumur yang terletak disamping rumah dekat dengan jalan. Saat Tara membuang air kecil, tiba-tiba satu unit mobil melintas pelan-pelan di jalan samping rumahnya. 

Merasa was-was kejadian masa lalu, Tara keluar melihat mobil tersebut yang menuju ke jembatan Krueng Teukah Pante Teungoh. Saat itulah Tara mengaku diculik dan ikut dibawa ke jembatan tersebut. Tiba di jembatan itu Tara mengaku melihat seorang lelaki berdiri. Tapi, dirinya tidak mengenal lelaki yang berdiri di jembatan tersebut. “Sebelum mobil itu sampai ke jembatan, tiba-tiba mulut saya dibekap dari arah belakang. Dalam waktu bersamaan kepala saya juga ditutup. Saya tidak tau saya dibawa dengan apa karena saya tidak sadarkan diri saat kepala sudah ditutup,” kata Tara. 

Kata Tiara, dirinya baru sadar ketika pipinya ditampar yang menyebabkan bibirnya pecah. Saat sadar kaki Tiara belum terikat dan Tiara berusaha memberikan perlawanan dari sekapan pelaku berjumlah tiga orang. “Saat saya melawan, tiba-tiba pelaku merobek baju saya. Sehingga baju saya robek dan bukan sejengkal robeknya. Sehingga ada bekas cakaran di dada dan bahu saya,” jelasnya.

Tak hanya itu, kata Tara, pelaku menolaknya sehingga membentur dinding beton yang menyebabkan Tara tidak sadarkan diri. “Saya tidak mengetahui saya di mana karena pada saat itu kepala saya masih ditutup,” katanya.

Kata Tara, saat dirinya sadar kembali, ternyata mulutnya masih dilakban dan kepala masih ditutup. “ Saya masih ingat kata pelaku yang mengatakan jih karab meukawen (Dia sebentar lagi kawin). Satu pelaku menjawab ya dan satu pelaku menjawab nyoe (ya),” cerita Tara. 

Lanjut Tara, saat itu ia tidak mengetahui di mana dibawa pelaku. Tara duduk di atas lantai berkeramik dengan kepala masih tertutup. Pelaku menganiya dirinya dengan mencekek leher dan menggores tangannya dengan benda tumpul serta mengikat tangannya ke belakang. Ketika itu, Tara kembali memberikan perlawanan. “Saat saya melawan,  pelaku kembali menampar saya dua kali, sehingga saya tidak sadarkan diri. Saya sadar ketika saya sudah di dalam got. Pelaku berjumlah tiga orang dan saya tidak kenal mereka,” kata Tara Tenisa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tara Tenisa warga Gampong Pante Teungoh, Kecamatan Kota Sigli, Jumat (25/8) sekira pukul 06.00 WIB, ditemukan dengan kondisi mulut dan kaki terlakban serta tangan terikat.(naz)

Editor : bakri