Prohaba.co
Izin Keluar LP, Napi Narkoba Sambar Honda
Selasa, 2 Agustus 2016 16:25 WIB
LANGSA - Walau berstatus napi narkoba di LP Kuala Simpang, bukan halangan bagi pemuda RJ (27), untuk terus berkreasi di dunia kriminal. September tahun lalu, RJ sempat mencuri sepmor Honda Revo NF 100 tahun 2007 milik korban Edi Subagio. 

Belakangan polisi berhasil mengungkap kasus itu, hingga menjemput RJ di LP Kuala Simpang, dan kini dijebloskan dalam prodeo polisi. 

Kapolres Langsa, AKBP H Iskandar ZA SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP M Taufiq SIK, Senin (1/8) menyebutkan, RJ yang masih berstatus napi Kualasimpang, Aceh Tamiang, ditangkap tim Resmob Sat Reskrim di LP Kualasimpang tanggal 14 Juli lalu. Bersama pelaku juga diamankan satu unit BB Honda Revo NF 100 2007 milik korban Edi Subagio. 

Penangkapan RJ, berkat pengembangan kasus curanmor lainnya, serta laporan saksi mata dalam kasus tersebut.

Tersangka RJ mencuri sepmor itu saat parkir di depan Warnet Roc Net Simpang Remi, Gampong PB Blang Paseh, Langsa Kota pada tanggal 7 September 2015 silam. “Pelaku merupakan napi kasus narkoba, kita jemput atau dipinjam (bon) dari pihak Lapas Kualasimpang, dan setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka RJ tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya,” jelasnya. 

Sementara 8 unit sepmor yang kini diamankan di Mapolres Kota Langsa, sebelumnya disita dari hasil hunting pihak Kepolsian setempat.

Sebelumnya Sat Reskrim Polres Langsa meringkus tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor), ES (33) yang juga warga Kota Langsa. Polisi juga mengamankan barang bukti (BB) 10 unit sepmor hasil curian.

Kapolres Langsa, AKBP H Iskandar ZA SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP M Taufiq SIK, saat menggelar konferensi pers kepada wartawan menyebutkan, 10 unit sepmor berbagai merk dan jenis ini dua diantaranya disita dari dua tersangka, dan 8 selebihnya dari hasil hunting dan pengembangan kasus curanmor. 

Kasat Reskrim merincikan, tersangka ES ditangkap pada tanggal 16 Juli lalu di rumahnya, dengan BB satu unit sepmor Yamaha MX. Sepmor curian ini sudah sempat dijual hanya dihargai sebesar Rp 500 ribu kepada seorang penadah berinisial ML warga Idi, Aceh Timur, sekarang DPO.

Kepada penyidik pelaku mengaku baru pertama kali melakukan pencurian kendaraan tersebut, dan saat beraksi hanya seorang diri (tunggal). Dia beralasan nekat melakukan perbuatan itu karena terdesak kebutuhan ekonomi sehari-hari.(zb)

Editor : bakri