Prohaba.co
Pemilik PJTKI Dituduh Aniaya dan Perjualkan Manusia
Sabtu, 30 Juli 2016 13:35 WIB
MEDAN – Agel, pemilik Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT CSA dilaporkan ke Polda Sumut karena terindikasi menganiaya dan menjual calon TKI yang dinaunginya. Polisi diminta serius mengusut kasus ini karena diduga kejahatan ini sudah memakan banyak korban.

Pelaporan Angel ke Polda Sumut dilakukan LBH Medan dan LPSK pada Kamis (28/7) kemarin. Dasar hukum ini tak terlepas dari pengakuan Ambrosia Kusi, calon TKI asal Kupang yang berhasil kabur dari tempat penampungan di Jalan Perdana, Medan. Ia mengaku sering dipukul di bagian kepala. Kekerasan juga dialami beberapa temannya, seperti digunduli dan menginjak kaki.

“Kita melihat ini sesuatu yang sangat serius. Harus ada ketegasan hukum karena di zaman modern ini masih saja ada orang yang mempraktikan perbudakan,” kata Septia Maulid, Jumat (29/7).

Kasus ini harus disikapi polisi dengan cepat, karena berdasarkan pengakuan Ambrosia, ada beberapa temannya yang sempat dianiaya sudah tidak diketahui keberadaannya. Bahkan pekerja lain bernama Maria dinyatakan hilang.

“Maria ini katanya sudah dipulangkan ke kampungnya. Tapi ada informasi kode booking yang diberikan Angel palsu. Sampai sekarang keberadaanya tidak diketahui,” ujar anggota LBH Medan lainnya.

LBH menilai tindakan Angel telah melanggar Pasal 2 UU Nomor 21/2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. Langkah LBH Medan ini didukung Paguyuban Tirosa (Timor, Rote, Sabujua dan Alor) Medan. Mereka berharap LBH terus mengawal kasus ini agar putusan pengadilan bisa adil.

“Kami berharap LPSK juga bisa melindungi teman-teman kami yang sudah berani memberikan kesaksian,” kata Sekretaris Paguyuban Tirosa Meda, Yandri Laning. (mad)

Editor : hasyim