Prohaba.co
Dua Bocah Ngaku Disuruh Ibu Mengemis
Jumat, 22 Juli 2016 15:58 WIB
LHOKSEUMAWE - Dua bocah (abang dan adik) yang selama ini mengemis di Simpang Empat Jalan Merdeka Kota Lhokseumawe, Rabu (20/7) jelang magrib digaruk personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan petugas Dinas Sosial Tenaga Kerja. Pengakuan sang anak kepada petuga benar-benar miris: keduanya mengaku meminta-minta karena disuruh ibunya. 

“Kalau kami nggak bawa pulang uang, kami dimarahi,” ujar sang abang yang masih berumur 10 tahun, mendampingi adiknya yang masih berusia enam tahun.

Kepala Satpol PP dan WH Lhokseumawe, Irsyadi, menjelaskan sesuai pantauan mereka, kedua bocah tersebut memang sering mangkal di Simpang Empat. Bahkan, mereka beraksi sampai larut malam.

“Termasuk laporan warga, keduanya sekali-sekali tidur di trotoar,” ulas Irsyadi kepada Prohaba, kemarin.

Menurutnya, sekitar dua pekan lalu, kedua bocah tersebut sempat ditangkap saat mengemis. Tapi saat hendak dinaikan ke mobil Satpol PP, keduanya menjerit-jerit hingga mengundang perhatian warga.

“Kala itu ada beberapa warga kasihan dan meminta keduanya dilepas. Kami pun melepaskan kembali,” jelasnya.

Tapi dalam beberapa hari terakhir, pihaknya kembali melihat kedua bocah tersebut mengemis. Berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial, kedunya kembali ditangkap.

“Kejadian sama memang terjadi lagi, saat hendak dinaikan ke mobil. Keduanya kembali berteriak, tapi kali ini tidak kami lepas. Mereka tetap kami bawa,” urainya.

Usai diamankan, pihaknya pun menginterogasi. Sesuai keterangan kedua bocah tersebut kepada Irsyadi, mereka setiap hari diperintahkan ibu bila pulang tak bawa uang maka akan dimarah.

Selama ini, mereka mulai mengemis sejak pukul 11.00 WIB-22.00 WIB. “Untuk makan siang, keduanya pun beli sendiri dari uang hasil mengemis,” ulasnya.

Setelah mendapatkan keterangan singkat, pihaknya langsung mengantar kedua bocah itu  tempat ibunya yang sementara ini menetap di sebuah kios di pasar buah. “Tapi pengakuan ibunya kepada kami, tidak pernah menyuruh anaknya mengemis. Mereka keluar sendiri setiap harinya,” pungkas Irsyadi.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Lhokseumawe, Syuib, menyebutkan kasus ini merupakan sebuah penyakit sosial yang masih terjadi di Lhokseumawe. Bukan hanya dua bocah yang ditangkap tersebut, ada beberapa anak-anak yang terus mengemis sekarang ini.

“Kami menduga ada upaya eksploitasi anak untuk mengemis di Kota Lhokseumawe,” jelas Syuib.

Khusus kepada ibu dua anak yang ditangkap tersebut, pihaknya telah memperingati agar menjaga anaknya untuk tidak mengemis lagi. “Pastinya razia terhadap bocah pengemis di Kota Lhokseumawe akan terus kami gelar bersama Satpol PP,” demikian Syuib.

Sementara itu, Badan PP, PA, dan KA Lhokseumawe, Mariana Affan, mengaku segera menginterogasi ibu kedua anak tersebut. Selain itu, orang tua bocah tersebut juga akan diberikan konseling. Karena berdasarkan keterangan awal yang dihimpun pihaknya, ada dugaan upaya eksploitasi anak dalam perkara ini.(bah)


Editor : bakri