Prohaba.co
Polda Sumut Ultimatum Sebelas Tahanan
Rabu, 15 Juni 2016 15:48 WIB
* Terdapat Empat Tahanan Asal Aceh

MEDAN - Polda Sumut mengultimatum sebelas tahanan yang kabur segera menyerahkan diri. Polisi optimis cepat atau lambat seluruh pelaku akan ditangkap karena pengejaran melibatkan seluruh satuan wilayah. 

Ultimatum ini sengaja disampaikan karena hingga berselang satu hari, belum ada satu tahanan pun yang berhasil ditemukan. Sebelumnya sebelas tahanan Direktorat Resnarkoba Polda Sumut ini kabur dengan cara menggergaji gembok pintu penjara pada Senin (13/6) dini hari. 

Kabid Humas Polda Sumut AKBP Rina Sari Ginting menjamin pelaku yang menyerahkan diri akan diperlakukan baik, meski proses hukum akan tetap dilakukan. Sementara pelaku yang membandel rawan terkena tindakan tegas aparat di lapangan. “Makanya harus ada inisiatif untuk menyerahkan diri. Karena percuma, keluar pun dari penjara, mereka tetap tidak bebas,” kata Rina, Selasa (14/6). 

Menurutnya, Kapolda Sumut sudah menginstruksikan langsung seluruh satuan wilayah di Sumut untuk aktif mencari pelaku. Keterlibatan ini tentu sangat mendukung kerja tim khusus yang sudah lebih dulu dibentuk. 

Rina mengaku belum menerima kronologis lengkap terkait pelarian para tahanan ini. Namun diakuinya gembok di pintu penjara terpotong diduga kuat menggunakan gergaji. “Petugasnya masih diperiksa di Propam. Jadi mengenai kronologis belum saya terima,” tuturnya. 

Informasi berkembang, saat kejadian petugas piket tertidur, dan yang lainnya menonton pertandingan sepak bola Piala Eropa. Yang jelas kata Rina, seluruh petugas piket terancam diberi hukuman karena sudah lalai menjalankan tugas. “Pengusutan juga dilakukan untuk mencari tahu siapa yang menyelundupkan gergaji ke ruang tahanan,” tandasnya. 

Dari sebelas tahanan yang kabur, empat di antaranya merupakan warga Aceh. Keempatnya yakni, Suhermanto alias Suhir (25) warga Trangon, Gayo Lues, Herijal alias Rijal (24) warga Tripajaya, Gayo Lues, Busra (38) penduduk Sawang, Aceh Utara, dan Amad (31) asal Lilawangsa, Aceh Tamiang.(mad)

Editor : bakri