Prohaba.co
Polisi Tangguhkan Penahanan Mantan Anggota DPRK
Selasa, 7 Juni 2016 13:20 WIB
* Kasus Nikahi Istri Orang

SUBULUSSALAM - Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Penanggalan menangguhkan penahanan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam yang tersangkut kasus menikahi istri orang. Selain mantan Ketua DPC PAN tersebut, seorang terlapor lainnya yang terkait kasus sama, juga ditangguhkan.

“Ada beberapa yang telah kami tangguhkan penahanannya karena mereka juga berhak meminta penangguhan penahanan,” kata Kapolsek Penanggalan, Iptu Agus Riwayanto Diputra kepada Prohaba, kemarin.

Dua terlapor yang ditangguhkan penahanannya masing-masing ST dan Day. Keduanya ditangguhkan setelah adanya jaminan dari masyarakat dan kerabat dengan berbagai pertimbangan.

Seorang lainnya juga akan segera ditangguhkan yakni Tgk Usman Kombih, kadi yang menikahkan ST dengan DC. Pertimbangan penangguhan penahanan tersebut menyangkut kesehatan Tgk Usman.

Sejauh ini, Kapolsek Penanggalan, Iptu Agus menyatakan tetap memproses kasus yang mencuat sejak Rabu (1/6) pekan lalu itu. Namun, penyidikan terkendala lantaran minimnya personel di sana.

Selain itu, Agus juga masih menunggu keterangan ahli dari Kantor Urusan Agama (KUA), menyangkut keabsahan pernikahan antara ST dengan DC yang menghebohkan Kota Sada Kata itu. Pun demikian, jika memang ada bukti lain yang bisa menjadi bahan tambahan terkait kasus tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Mantan anggota DPRK Subulussalam berinisial ST (43) dan kawan-kawan harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Penanggalan sejak Kamis (2/6) dinihari. ST ditahan polisi lantaran menikahi wanita yang masih bersuami melalui seorang kadi non-KUA di Cipare-Pare Timur, Kecamatan Sultan Daulat.

Pernikahan terlarang antara ST dengan perempuan bersuami berinisial DC (27) itu terbongkarnya pada Rabu (1/6) malam lalu. Puluhan pemuda Pemancar, Desa Penanggalan Barat, Kecamatan Penanggalan, Subulussalam, menggerebek kediaman DC lantaran memasok pria lain. Beruntung, ST tidak sempat dimassa karena cepat ditangani Kepala Desa Penanggalan Barat.

Secara terpisah, Sahnan Situngkir (26) menyatakan keberatan atas pernikahan terlarang antara istrinya dengan ST. “Jelas saya keberatan karena sampai sekarang kami belum cerai,” kata Raja Sahnan Situngkir, saat memberikan keterangan persnya kepada wartawan, Kamis (2/6), di Mapolsek Penanggalan.

Sahnan yang menikahi DC pada 27 Desember 2010 lalu, mengakui sedang pisah ranjang. Akan tetapi, imbuh Sahnan, pisah ranjang bukan berarti telah bercerai secara resmi.

Sahnan pun membantah proses perceraiannya dengan DC sedang bergulir di Mahkamah Syariah Aceh Singkil. Selama pisah ranjang, dia bekerja di Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.(lid)

Editor : hasyim