Prohaba.co
Komplotan Penjarah Keudee Diciduk di Aceh Selatan
Selasa, 3 Mei 2016 15:56 WIB
* Diuber Polisi Sejak Kuala Batee Abdya

TAPAKTUAN - Satu komplotan penjarah serta pengutil keudee (kedai) dari Medan, yang sempat menjarah sebuah keudee di Gampong Krueng Batee di Kecamatan Kuala Batee, Aceh Baratdaya (Abdya), Minggu (1/5) petang, dicokok personil Polres Aceh Selatan yang menghadang komplotan itu di Gampong Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan.

Komplotan itu sempat diburu Polres Abdya sejak dari Kuala Batee, hingga akhirnya dilakukan koordinasi lintas Polres, dan akhirnya dibekuk oleh Polres Aceh Selatan. Praktis, komplotan itu sempat melarikan diri sekitar 100 kilometer, sejenak melakukan penjarahan di Kuala Batee. Saat ini kelima pelaku sudah diserahkan ke Polres Abdya guna penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Achmadi S.IK yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, Iptu Darmawanto S.Sos, kemarin, mengakui jika pihak polisi berhasil menangkap lima pelaku penjarahan swalayan di Kuala Batee tersebut. Selain menangkap para pelaku, pihaknya juga mengamankan barang bukti hasil kejahatan.

Kapolres Abdya AKBP Harijadi didampingi Wakapolres Kompol Wahyudi Sabhara SIK, Kasat Reskrim AKP Misyanto, juga menggelar konferensi pers terkait tertangkapnya komplotan maling dari Medan itu, Senin (2/5) di Mapolres Abdya.

Pelaku yang beranggotakan 5 orang itu terdiri atas, Wempi (40) pekerjaan sopir Mandala Medan Sumateta Utara, Bastian (42) pekerjaan sopir warga Pancasila Medan Denai, Sumatera Utara, Putra (13) warga Pancasila Medan Denai, Sumateta Utara, Ilham (13) warga Pancasila Medan Denai, Sumatera Utara dan Rama Fanny (19) warga Jalan Rawa Tengah, Desa Tegal Mandala Medan, Sumatera Utara.

Iptu Darmawanto menjelaskan, aksi penjarahan tersebut terjadi pada Minggu (1/5), rombongan pelaku berangkat dari Sumateta Utara menuju Banda Aceh dan langsung ke Meulaboh. Dari Meulaboh pada hari Minggu, pelaku menuju Aceh Barat Daya (Abdya) dan melakukan pencurian di sebuah keudee sepi pengunjung yang berada di Kecamatan Kuala Batee. Saat itu dua orang dari lima pelaku berpura-pura membeli dan yang lain menguras uang dari laci kedai. “Ketika ketahuan pelaku langsung melarikan diri ke arah Tapaktuan dan selanjutnya personel Polres Aceh Selatan melakukan pengejaran atas laporan yang diterima dari Polres Abdya. Selang beberapa saat kemudian tim Polres Aceh Selatan berhasil menangkap para pelaku di Gampong Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan dan selanjutnya diserahkan ke Polres Abdya guna penyelidikan lebih lanjut,” jelas Iptu Darmawanto.

Selain berhasil menangkap para palaku, lanjut Iptu Darmawanto, personel Polres Aceh Selatan juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa satu unit mobil avanza BK 171 QU, seperangkat alat kosmetika uang dari pelaku Wempi Purba Rp 3.905.000, uang dari pelaku Putra Rp 104.000 dan seperangkat alat mandi.

Komplotan pencuri asal Medan ini sempat kejar-kejaran dengan anggota Polres Abdya dan akhirnya berhasil ditangkap di Gampong Gunung Kerambil, Tapaktuan.

Seperti dijelaskan Kapolres Abdya AKBP Harijadi, komplotan maling dari Medan itu masuk ke kedai sebanyak tiga orang. Dua orang berlagak membeli cabai serta tali plastik, untuk mengalihkan perhatian pemilik kedai. Satu orang lainnya langsung menguras laci kedai.

Menurut Kapolres Abdya AKBP Harijadi didampingi Wakapolres Kompol Wahyudi Sabhara SIK, Kasat Reskrim AKP Misyanto, selama April hingga awal Mei, Polres Abdya mencokok 14 pelaku kejahatan, termasuk komplotan maling dari Medan tersebut. “Sebanyak sembilan tersangka terkait kasus perampokan dan pencurian bersama-sama dengan kekerasan, serta lima tersangka lainnya terjerat kasus narkotika,” ujar Kapolres.

Ditambahkan Kapolres Abdya, pada tanggal 23 April 2016 Polsek Babahrot berhasil mengamankan Sahul (19) warga Alue Padee, Kecamatan Babahrot, terkait kasus pencurian sepeda motor milik Ali Udin warga Kuta Bahagia, Kecamatan Kuala Batee nopol BL 5417 CA yang hilang sejak 20 April lalu saat hendak pulang dari kebunnya.

Polisi Abdya juga mengamankan tiga pelaku pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada tanggal 21 April 2016 di SPBU Desa Keudee Paya, Kecamatan Blangpidie, dengan korbannya pemilik mobil boks barang. Komplotan itu menodong pedang ke salah satu korban dengan memaksa korban untuk menyerahkan uang, dan pelaku berhasil membawa uang sebesar Rp 1,5 juta, 2 unit Handphone, barang dagangan sebesar Rp 4 juta.

Terkait kasus Narkotika pihak Satuan Narkoba juga mengamankan lima tersangka, masing-masing Brigadir Mayroni, Juliana, Azwir, Adi Maswandy, Samsuar. Untuk Brigadir Mayroni alias Roni Black yang merupakan salah seorang personil Polres Simeulue, pihaknya masih menunggu surat dari Polres Simeulue untuk mengambil langkah tegas berupa pemecatan dari kedinasan kepolisian.(tz/c50)

Editor : bakri