Prohaba.co
Dua Siswa Ikut Menculik Warga Lamteuba
Rabu, 13 April 2016 16:03 WIB
* Korban Hanya Dibandrol Rp 6,5 Juta 

BANDA ACEH - Personel Tim Opsnal dari Satuan Reskrim dan Intelkam Polres Aceh Besar, menggulung komplotan penculik dari seputaran Kota Banda Aceh, Senin (11/4) siang. Korban mafia culik itu adalah Zulfadhli alias Gam Cut (20), warga Gampong Lam Pante, Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar. 

Ironinya, dari enam penculik itu, dua di antaranya merupakan siswa dari dua SMA di Kota Banda Aceh. Kedua siswa yang tercatat warga Kecamatan Meuraxa berinisial JI (15) dan WI (17). 

Empat penculik lainnya yang ikut diringkus polisi, yakni Azhari Saputra alias Awi (36) dan Murdiansyah (28) warga Gampong Surin, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. Kemudian Adi Saputra (21) warga Gampong Lamrukam, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar dan Zakaria (35) warga Asoe Nanggroe, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Novianto SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Machfud SH MM, mengatakan, penculikan Zulfadhli dilaporkan pihak keluarga pada Senin (11/4) sekitar pukul 11.30 WIB. 

Lalu, anggota Satuan Reskrim dan Intelkam Polres Aceh Besar, selanjutnya memintai keterangan keluarga korban dan menyusun rencana serta strategi menyelamatkan korban. 

Hal tersebut kata Machfud, dilatarbelakangi oleh permintaan tebusan Rp 6,5 juta dari pelaku terhadap keluarga korban, bila ingin melihat Zulfadhli pulang dengan selamat. “Begitu kami dapat informasi pelaku meminta tebusan sejumlah uang, tim menyusun rencana pembebasan korban yang disekap di kawasan Gampong Surin,” kata Machfud, kepada Prohaba, Selasa (12/4).

Polisi yang mulai mengindentifikasi kelompok penculik akhirnya meminta keluarga korban segera menemui mereka dengan membawa serta uang tebusan yang diminta. 

Keluarga pun menyepakati penyerahan tebusan dengan pelaku di kawasan Surin, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Pada saat kedua penculik, yakni Azhari Saputra (36), dan rekannya Adi Saputra (21) berniat menjemput Zulfadhli alias Gam Cut, pemuda yang diculiknya itu yang disekap di sebuah rumah di kawasan Surin, tim Kepolisian Polres Aceh Besar pun melakukan penghadangan. Pada saat dilakukan penghadangan, pelaku pun sempat memberikan perlawanan terhadap tim opsnal yang ingin menangkap kedua pelaku. Namun, kata Machfud, Polisi masih mampu menanganinya. “Hasil introgasi, kedua pelaku mengatakan, selain mereka tiga rekannya yang lain juga terlibat. Pada waktu itu, kami memutuskan mengorek semua informasi dari pelaku sebelum menjemput korban di salah satu rumah di kawasan Surin,” kata Machfud.

Lalu sekitar pukul 14.00 WIB, di hari yang sama, Polisi pun meringkus tiga pelaku lain yang bertugas menjaga Zulfadhli, korban yang mereka culik. Keempatnya yakni Murdiansyah (28), Zakaria (350 serta dua siswa SMA, masing-masing JI (15) dan WI (17). “Kini mereka telah kami amankan di Mapolres Aceh Besar,” kata Kasat Reskrim 

AKP Machfud menyebutkan, penculikan Zulfadhil didalangi oleh Azhari Saputra, warga Surin. Permasalahannya, kata Machfud, antara abang korban dan pelaku Azhari memiliki persoalan utang piutang. “Karena tidak menemukan abang korban, sehingga adiknya Zulfadhil yang diculik. Selama disekap, korban mengaku dipukuli oleh pelaku dan tidak diberi makan. Informasi yang kami peroleh, penculikan ini ada kaitannya dengan masalah narkoba. Tapi, terkait hal itu masih kami dalami,” ungkap Machfud. 

Bersama dengan ketiga pelaku itu polisi ikut mengamankan satu mobil jenis Honda Stream BK 1070. Lalu ganja sekitar 0,5 kg, 4 unit Hp, 2 buah sangkur, dan sebuah senter.(mir)

Editor : bakri