Prohaba.co
Dara Gampong Ngamar Dengan Mediator Kucing Garong
Kamis, 7 April 2016 15:42 WIB
CALANG - Berdalih memediasi hubungan asmara yang sedang bermasalah, pria beristri, AW (29), yang tercatat sebagai warga Datar Luas, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, menyelinap ke kamar gadis SW (33) di Desa Keutapang Kecamatan Krueng Sabee, hingga Selasa (5/4) sekira pukul 23.00 WIB jelang tengah malam.

Aksi nyeleneh kucing garong AW, akhirnya diketahui warga Gampong Keutapang, hingga mereka merangsek ke rumah gadis SW. Saat digerebek warga, pria AW memilih bersembunyi di bawah tempat tidur SW, dan pria itupun digelandang keluar, hingga nyaris menjadi bulan bulanan awak gampong.

Pria AW akhirnya berhasil diselamatkan oleh polisi dan aparat gampong yang cepat memburu ke lokasi. Saat diinterogasi oleh penyidik WH, AW mengaku hanya berusaha mendamaikan gadis SW dengan kekasihnya yang hubungan asmara mereka bermasalah. Herannya, kok usaha mediasi itu payah mengundang ke kamar gadis SW hingga tengah malam pula? Pria AW tak mampu menjawabnya. “Pasangan mesum yang tertangkap di Desa Keutapang, tidak sempat menjadi amukan warga, karena kita berhasil bergerak cepat dan segera kita serahkan ke WH pada malam itu juga,” kata Kapolres Aceh Jaya, AKBP Riza Yulianto melalui Kapolsek Krueng Sabee AKP Nyak Oemar kepada Prohaba, Rabu (6/4).

Sementara Kepala Satpol PP dan WH, Aceh Jaya Jaddal Husaini menyebutkan, dari hasil pemeriksaan mereka, kedatang pria beristri tersebut hanya menyampaikan pesan sang pacar gadis itu yang selama ini sedikit retak hubungannya. “Kelakuan AW yang mengaku sebagai penghubung asmara SW dengan pacarnya tentu bersalah, karena ia masuk ke rumah gadis sudah menjelang tengah malam dan berduaan di sana,” kata Jaddal Husaini.

Kehadiran pria AW yang mengaku mediator itu sudah lama dicurigai warga, sehingga pada Selasa malam mereka ditangkap. Warga mempertanyakan, kok urusan mediator berulang-ulang hinga masuk kamar gadis orang segala. “Keduanya telah kita serahkan kepada keluarga masing-masing yang didampingi keucik Keutapang dan Datar Luas untuk diselesaikan secara kekeluargaan,” jelasnya.(c45)

Editor : bakri