Prohaba.co
Gadis LS Ternyata ‘Santapan’ Ayah Tiri
Sabtu, 2 April 2016 15:05 WIB

* Pria Nias Tempat ‘Cuci Tangan’

BLANGPIDIE – Kasus pria Nias Tengah, Sumut, MD (27) yang memalsukan data diri serta status keagamaan, dan menikahi gadis LS (17) seorang perempuan Abdya, kemarin, memasuki babak baru. Gadis malang LS ternyata menjadi korban eksploitasi seksual pria RN (29) yang ternyata ayah tirinya.

Fenomena miris itu terungkap sejenak pria MD dimintai keterangannya di markas Satpol PP Abdya, sepanjang Kamis dan Jumat (1/4) kemarin. Kepada petugas Satpol PP, pria MD secara gamblang membeberkan kondisi keluarga gadis LS. Pihak Satpol PP akhirnya menjemput RN dan menetapkan pria itu sebagai tersangka mesum dengan ancaman cambuk 125 kali. “Kita telah menetapkan RN (29) warga Siantar yang tidak lain merupakan ayah tiri LS sebagai tersangka,” ujar Kasat Pol PP dan WH Abdya, Riad didampingi Kasi Penegakan Kebijakan Daerah, Reza Kamarullah kepada Prohaba, Jumat (1/4).

Dari hasil pemeriksaan, kata Riad, diketahui RN beberapa bulan lalu telah beberapa kali menggarap anak tirinya tersebut. Karena, tidak sanggup melayani syahwat hewani ayah tiri yang telah menikahi ibunya sejak empat tahun lalu itu, LS memilih pindah ke rumah neneknya. “RN ini melanggar Pasal 48 Qanun No 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat dengan ancaman 125 kali cambuk,” sebut Riad.

Sedangkan MD, kata Riad, pihaknya akan meminta bantuan kepolisian untuk mendalami kasus pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh MD, dan akan memeriksa tengku yang menikahi kedua insan tersebut. “Jadi, MD terancam 100 kali cambuk, terlebih syarat untuk masuk islam juga belum sah,” tegasnya.

Beberapa sumber di seputaran Kecamatan Jeumpa Abdya, menduga pria MD hanyalah menerima ‘bola panas’ untuk cuci tangan RN. Dengan kata lain, LS oleh ayah tirinya terkesan diserahkan ke MD sebagai piala bergilir. 

Pihak Satpol PP sendiri berjanji akan terus mengejar sejumlah orang yang terlibat dalam kasus tersebut, walaupun lembaga itu terkendala dengan kekurangan personil untuk penyidik.(C50)

Editor : hasyim