Prohaba.co
Ratusan Personel Satpol PP-WH Serbu Dinas Syariat Islam
Rabu, 24 Februari 2016 16:25 WIB
* Ibrahim Latif Dituduh Bohong di Media

LANGSA - Ratusan personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Langsa, Selasa (23/2) siang menyerbu kantor Dinas Syariat Islam setempat. Kedatangan mereka berbondong-bondong ke sana untuk meminta klarifikasi dari Kepala Dinas Syraiat Islam Langsa, H Ibrahim Latif, tentang pernyataannya di media massa.  

Sebelumnya, saat memberikan keterangan pers tentang penangkapan lima wanita diduga pelacur dan seorang bencong, Minggu (21/2) lalu, Ibrahim menyatakan suburnya transaksi prostitusi di Lapangan Belakang Kompin-B pendopo karena di-backingi oleh oknum aparat. Nama-nama yang membengkingi termasuk institusinya sudah diketahui dan telah dilaporkan ke Walikota Langsa.

Di salah satu media online, secara terang disebutkan oknum dimaksud dari institusi Satpol PP-WH Langsa. Pemberitaan tersebut memantik amarah sejumlah personel Satpol PP-WH Langsa. Kemarin, mereka mendatangi langsung ke Dinas Syariat Islam dan menyatakan keberatan dengan pernyataan Ibrahim yang cenderung dianggap memfitnah tanpa menyebutkan nama pem-backingnya.

“Siapa yang Anda (Ibrahim Latif-red) maksud oknum anggota Satpol PP dan WH yang membekingi di Lapangan Belakang. Jika benar, akan saya pecat dia. Tapi, ini harus dibuktikan, jangan terkesan memfitnah,” ujar Kasatpol PP-WH Langsa, Yudi F SSTP MSP.

Awalnya, seratusan personel Satpol PP-WH datang ke Kantor Dinas Syariat Islam menggunakan truk dan sepeda motor. Jaraknya sekitar 50 meter dan sama-sama berada di Blang Paseh, Kecamatan Langsa Kota, dekat Lapangan Merdeka Langsa.

Kedatangan personel dipimpin Pasi Ops Satpol PP-WH, Maimun Sapta. Setiba di sana, Maimun bersama sejumlah personel langsung bertemu dengan Kepala Dinas Syariat Islam Langsa di ruang kerja Ibrahim Latif. Sebagian besar lainnya berada di luar.

Saat pertemuan berlangsung, adu argumen antara Ibrahim Latif dan Maimun Sapta berjalan alot di bawah kawalan sejumlah personel Kepolisian Resor (Polres) Langsa. Bahkan, saat itu Ibrahim Latif sempat meminta pihak Satpol PP-WH keluar dari ruangannya.

Tak lama kemudian, Kasatpol PP-WH, Yudi F, tiba ke Kantor Dinas Syariat Islam. Pertemuan tersebut berlangsung dengan tensi tinggi. Bahkan, kedua Kepala Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK) ini pun bertengkar.

Yudi secara lantang meminta agar Ibrahim menyebutkan jika ada oknum anggotanya yang membekingi praktik prostitusi di Lapangan Belakang. “Jangan langsung menuding tanpa ada bukti. Tudingan itu secara tidak langsung sudah mencoreng institusi Satpol PP dan WH,” tandas Yudi dengan suara keras.

Yudi kembali menimpali, padahal beberapa malam lalu, Satpol PP juga Polisi dan TNI, mengintai di Lapangan Belakang terkait kecurigaan adanya kegiatan prostitusi ini. Malah, terakhir Ibrahim Latif menuding Satpol PP yang membekingi.

“Jika tudingan Kepala Dinas Syariat Islam ini tidak benar, kami akan menuntut karena ini sudah pencemaran nama baik dan fitnah,” tegas Yudi.

Namun, walaupun terus didesak, Ibrahim Latif tak juga menyebutkan siapa oknum itu. Dia terus mengelak dan mengatakan akan menyebutkan nama oknum tersebut melalui surat tertulis. 

Ibrahim Latif menjelaskan, apa yang dikatakannya di media online tentang oknum Saatpol PP-WH membekingi prostitusi di Lapangan Belakang, akan dijelaskan nanti. “Saya tidak bisa menyebutkan sekarang. Karena, sesuai administrasi kantor tidak bisa. Saya akan menyebutkan nama oknum itu melalui surat tertulis yang dikirim kepada Kasatpol PP-WH langsung,” elak Ibrahim.

Bahkan, pada kesempatan itu, Yudi juga menuduh Ibrahim bohong ke media atas keterangannya yang menyatakan memimpin langsung operasi dimaksud. Padahal, menurut laporan intelijen Satpol PP, tak ada Ibrahim Latif di sana.

“Itu bohong. Tidak ada Ibrahim Latif malam itu berdasarkan laporan intelijen Satpol PP-WH,” ujar tandas Yudi.

Kata salah seorang personel Satpol PP, dengan mengatakan dirinya yang memimpin operasi saat penangkapan lima wanita dan seorang bencong di Lapangan Belakang, padahal dia tidak ada di lapangan, Ibrahim Latif hanya mencari popularitas untuk mendapatkan perhatian Wali Kota Langsa.(zb)

Editor : bakri