Prohaba.co
Pak Salam yang Terus Jadi Korban
Selasa, 16 Februari 2016 16:29 WIB
pak-salam-pasar-pagi.jpg

“Pakon lon sabe (mengapa saya selalu) jadi korban,” kata Nurdin Thayeb (45). Dan tawa panjang langsung pecah dari para ‘jamaah’. Ya..itulah celetuk dari figur yang terkenal dengan sebutan Pak Salam Pasar Pagi saat proses shooting film komedi Zakeut-2 yang dilakoni oleh grup komedi Eumpang Breuh, Senin (15/2), di Resto Kupi Luwak Rumoh Aceh.

Saat itu adalah shooting untuk adegan pengajian yang melibatkan jamaah Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), dengan penceramah Tgk Armiadi, Kepala Baitul Mal Aceh. Materi utama adalah masalah zakat, termasuk senif senifnya.

Selain Pak Salam, jamaah KWPSI, serta pegawai Baitul Mal Aceh, scene di Rumoh Aceh ini juga melibatkan Anggot DPD RI asal Aceh, H Sudirman yang berperan sebagai Haji Uma, Sulaiman alias Mando, Him Morning, Rohid, serta Mukhtar Abdullah yang berperan sebagai Aduen Jelas.  

Dalam bagian film bertema zakat itu, Pak Salam ketiban tudingan dari Haji Uma (Sudirman) sebagai figur yang jarang membayar zakat, serta mengemplang gaji pembantunya dengan dalih sebagai zakat. Pak Salam terperangah saat dibuka kedoknya dalam jamaah pengajian, dan ia hanya manggut-manggut. “Ya...apa boleh buat, saya tetap jadi korban. Tapi nggak apa-apa yang penting sukses,” kata Nurdin yang tetap santai.

Pak Salam sangat terbuka dengan kekinian dirinya, termasuk soal HP yang diakuinya telah disita oleh sang istri. “Lon jino hana hape, karena hape ka dicok le peurumoh. Na gamba awak inong (saya sekarang tak punya hape karena sudah diambil istri, sebab ada foto perempuan),” ujarnya polos. 

Walau punya postur tubuh yang di bawah rata-rata, Pak Salam yang sukses dengan lakonnya tetap punya penggemar, termasuk kaum hawa. Nah itulah yang membuat lelaki ini disita hapenya oleh sang istri. Di dalam film jadi korban, di luar film juga jadi korban. Nasib Pak Salam Pasar Pagi memang sabe jadi korban.(nur)

Editor : bakri