Prohaba.co
Wawan Ketagihan Edarkan Ganja Aceh
Rabu, 20 Januari 2016 15:58 WIB
PALEMBANG — Setelah sempat satu kali sukses menyelundupkan serta mengendarkan ganja di Palembang kurang lebih sebanyak 25 Kg yang berasal dari Aceh, membuat Saipul Anwar alias Wawan (50), ketagihan dan berniat kembali mengulangi aksi serupanya.

Namun sayang, usahanya tersebut kini harus kandas dan dibayar mahal setelah ia berhasil diamankan Unit I Subdit III Ditres Narkoba Polda Sumsel yang melakukan undercover buy di Jalan Alamsyah Ratu Perwira Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Senin (18/1) sekitar pukul 17.00 petang.

Dari penangkapan tersebut, awalnya petugas hanya berhasil menemukan barang bukti satu paket ganja kering seberat 1 Kg. Namun setelah dilakukan pengembangan dengan menggeledah kediamannya, di Jalan Darmapala RT 49 No 12 D Kelurahan Bukit Lama Kecamatan IB I Palembang, petugas akhirnya berhasil menemukan sebanyak 24 Kg lainnya.

Bahkan, lantaran sesaat sebelum diamankan sempat berusaha kabur serta mengancam petugas dengan senjata api rakitan (Senpira), petugaspun akhirnya bertindak tegas dengan menghadiahinya sebutir timah panas yang berhasil bersarang di betis kaki kirinya.

Menurut keterangan tersangka, bapak tiga anak ini saat dihadirkan pada gelar tersangka dan barang bukti di Polda Sumsel, Selasa (19/1), 25 kilogram ganja yang akan diedarkan di Kota Palembang ini merupakan kiriman dari bandar ganja berinisial Y, warga Aceh.

“Baru jadi pengedar selama tiga bulan dan telah mengambil ganja sebanyak dua kali dari Aceh. Setiap kali mengambil sebanyak 25 Kg yang selalu diambil dari Y,” jelasnya.

Setiap kali mengambil, dikatakan tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai supir ini, Y mengerimkannya melalui jalur darat dengan cara dipaketkan menggunakan bus Antar Lintas Sumatera (ALS).

“Ganja itu dimasukkan ke dalam koper kemudian dibungkus menggunakan bungkus lainnya. Dan setelah sampai di Palembang baru saya ambil,” terangnya.

Selain itu, masih dikatakan tersangka, setiap ia mengambil ganja tersebut, ia juga tidak langsung membayarnya melainkan menunggu ganja tersebut laku terjual terlebih dahulu yang kemuduan baru membayarnya dengan cara mentransfer.

“Beli sekilonya Rp 1,5 juta dan rencananya akan dijual seharga Rp 1,8-2 juta per kilo,” ungkapnya. Diakui tersangka, ganja tersebut merupakan kualitas nomor 1 asal Provinsi Aceh.

Sementara itu, Kasubdit III Ditres Narkoba Polda Sumsel, AKBP Tri Hadiyanto menjelaskan, penangkapan bermula saat petugas yang melakukan penyamaran memesan satu kilogram ganja dengan perantara berinisial D.

“Setelah sepakat 1 Kg ganja harganya Rp 3 juta, kami janjian di lokasi penangkapan. Saat tersangka datang membawa barang bukti dalam keadaan terbungkus lakban, petugas langsung menangkap,” jelasnya.

Sebelum tertangkap, dikatakan Tri, tersangka sempat melakukan perlawanan dengan membawa senpi, sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas. Dari penangkapan ini, polisi melakukan penggeledahan di kediaman tersangka.

“Di sana, kami memperoleh 24 Kg ganja siap edar. Akibat ulahnya, tersangka terancam Pasal 114 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman seumur hidup serta UU Darurat tantang kepemilikan senjata,” ungkapnya.(sripo)

Editor : bakri