Prohaba.co
Fobia Bom Landa Markas Sabhara
Senin, 18 Januari 2016 16:10 WIB
MEDAN - Fobia terhadap bom masih melanda masyarakat Medan pasca-insiden serangan di Sarinah, Jakarta. Bahkan Markas Sabhara Polda Sumut di Jalan Jamin Ginting, Medan dibuat geger atas temuan tas di pinggir jalan, Minggu (17/1) pagi. 

Tas hitam yang teronggok di pinggir jalan itu persis berada di depan Markas Sabhara Polda Sumut. Keberadaan benda itu pertama kali diketahui anggota polisi yang tengah piket. 

Karena dituntut atasannya selalu waspada atas temuan benda asing, petugas itu kemudian melaporkan temuannya kepada tim Jihandak Polda Sumut.

Tak perlu waktu lama, isu markas polisi diancam bom langsung menyebar. Situasi minggu pagi yang awalnya lengang kontan ramai dan diwarnai kepanikan. Ruas jalan ditemukannya tas misterius yang merupakan akses utama ke Berastagi, Karo langsung ditutup polisi. 

“Teroris sudah masuk Medan. Markas polisi mau dibom,” ujar seorang warga ketika ditanya ramainya orang berkumpul di seputaran Markas Direktorat Sabhara Polda Sumut. 

Ketegangan demi ketegangan terus terjadi ketika tim penjinak bom mulai datang dan mendekati tas tersebut. Secara hati-hati, petugas yang mengenakan pakaian serba tertutup itu mulai memeriksa objek yang disangka bom itu. 

“Negatif. Tidak ada bahan peledak,” teriak seorang petugas ketika sudah berhasil membongkar tas tersebut.

Pernyataan itu langsung mencairkan situasi yang sebelumnya sangat mendebarkan. Masyarakat dan polisi yang ramai di lokasi mulai berani senyum dan bercanda. 

Kapolresta Medan Kombes Mardiaz K Dwihananto menjelaskan tas tersebut hanya berisi beberapa pakaian, termasuk pakaian dalam, kaca spion sepeda motor dan sebilah pisau. Belum diketahui penyebab tas itu bisa tergeletak di depan markas polisi. 

“Hanya pakaian. Jadi tidak benar ada bom di Medan,” kata Mardiaz. 

Ia menganggap tindakan anggota Sabhara melaporkan kasus itu ke Jihandak sudah tepat. Masayarakat diimbaunya tidak lengah karena pola serangan kelompok teroris tidak bisa diduga.  “Tapi tetap tenang. Tidak perlu panik,” ujarnya.(mad)

Editor : bakri