Prohaba.co
Cabuli Pasien, Kakek Dukun Ditangkap Warga
Senin, 30 November 2015 15:59 WIB
IDI - Kakek berinisial MY (72) digerebek warga Matang Supeng, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, pada Jumat (27/11), sekira pukul 21.30 WIB. Saat itu, dukun tersebut tengah mencabuli pasiennya yang masih perawan berinisial HS (30), warga sama.

Aksi kakek MY tergolong nekat. Awalnya, MY mengobati mengobati HS di rumah orang tua guru bhakti di sebuah SD itu. Tanpa menaruh curiga, sang dukun pun dipersilakan mengobati di dalam kamar HS.

Saat ritual pengobatan tengah dipraktikkan, kakek MY meminta HS membuka pakaian. Kemudian, sang kakek itu memegang payudara HS serta memegang bagian intimnya. Tak sampai di situ, kakek MY pun meminta berhubungan badan dengan HS, sebagai balas jasa dari pengobatannya.

Warga gampong setempat yang telah menaruh curiga dengan perbuatan sang dukun, mengintip aksi kakek yang mengobati HS dari dinding kamar. “Saat diintip warga, HS sudah tidak memakai pakaian. Dukun yang mengobati sedang memegang bagian terlarang HS. Mengetahui ada niat jahat dari sang dukun, warga dan keluarga HS menggerebek kamar HS. Saat ditangkap, keduanya sudah tidak berpakaian,” ungkap Muzakkir, Kabid Penegakkan Perundang-undangan Daerah dan Syariat Islam, kepada Prohaba, Minggu (29/11).

Pascaitu, warga membawa kedua pelaku khalwat ke meunasah. Jumat malam itu, warga menyerahkan MY dan HS ke Markas Wilayatul Hisbah (WH) Pos Julok.

Berdasarkan pemeriksaan WH, dukun itu mengaku telah berhubungan badan dengan HS satu kali. “Kakek itu juga mengaku pernah melakukan perbuatan sama dengan korban lain sebelumnya,” ungkap Muzakkir.

Setelah memeriksa dan memanggil keluarga dari kedua belah pihak termasuk perangkat Matang Supeng, keluarga HS merasa keberatan dengan kelakukan MY. Karena, menurut orang tua HS, dukun MY terdapat unsur pencabulan dengan cara pemaksaan yang dilakukan kakek itu. Akhirnya, keluarga HS didampingi aparat gampong melaporkan MY ke Polsek Simpang Ulim.

“Saat ini, WH telah melimpahkan kasus tersebut beserta pelakunya ke polisi untuk proses diproses secara hukum yang berlaku,” pungkas Muzakkir.(c49)

Editor : bakri