Prohaba.co
Pemain Muntah Darah, Pertandingan Dihentikan
Sabtu, 28 November 2015 15:29 WIB
* Isu Main Dukun Mencuat

MEULABOH - Kompetisi sepakbola antarklub piala Bupati Aceh Barat, di Lapangan Teuku Umar, Meulaboh, Jumat (27/11) petang, terpaksa dihentikan sebelum waktunya. Laga antara tim PS Persema Suak Seumaseh, Samatiga melawan PS Persikap, Karak, Woyla Barat, diwarnai insiden muntah darah dan tumbangnya pemain kedua kesebelasan. Walhasil isu main dukun mencuat ke permukaan, hingga panitia menyepakati kedua tim menjadi juara tiga.

Tiga pemain Persema Suak Seumaseh yang muntah darah dilarikan ke RS Cut Nyak Dhien Meulaboh, dan sempat dirawat selama satu jam. Pemain Persikap juga sempat dirawat di rumah sakit.

Sedangkan enam lainnya yang mengalami pusing dan sempat tumbang, terdiri atas empat orang dari PS Persema dan 2 orang dari PS Persikap. Ketiga pemain yang muntah darah tersebut adalah Mustafa, Rijal dan Serly.

Insiden tumbangnya pemain terjadi saat kedua tim turun minum setelah babak pertama antara PS Persima-PS Persikap bermain imbang 1-1. Sejenak waktu jeda, sejumlah pemain langsung muntah, tumbang dan suasana di Lapangan T Umar tiba tiba kacau dan panik. Laga kedua tim disaksikan ribuan penonton dari kedua kesebelasan serta masyarakat pencinta bola, dan pejabat lingkup Pemkab Aceh Barat, termasuk Bupati Aceh Barat HT Alaidinsyah.

Karena suasana mengarah tak terkendali, panitia kompetisi Piala Bupati Aceh Barat yang diikuti 62 klub se-Aceh Barat itu langsung menghentikan pertandingan. Pasalnya, pihak PS Persema dan PS Persikap sudah saling menyalahkan, apalagi isu main dukun pun mencuat, karena pemain jatuh sakit secara tiba-tiba, bahkan muntah darah.

Pemain yang mengeluarkan darah dari mulut dilarikan ke RS Cut Nyak Dhien, guna mendapatkan penanganan medis. Tampak Bupati Alaidinsyah turun tangan menengahi keadaan, termasuk melihat pemain yang tumbang. “Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pertandingan langsung dihentikan,” kata Ketua PSSI Aceh Barat, Mufril didampingi Sekretaris, Rusli, petang kemarin.

Dikatakannya, kedua tim tersebut langsung diputuskan sebagai juara tiga bersama, serta laga dibubarkan. Apalagi isu main dukun mencuat deras dalam pertandingan tersebut. “Ada tiga pemain sempat mengeluarkan darah dan muntah secara tiba-tiba. Ada juga yang pingsan,” katanya.

Amatan di RS Cut Nyak Dhien, petang kemarin, setelah sempat dirawat sekitar 1 jam, ketiga pemain dari PS Persema yang muntah darah langsung dibawa pulang oleh tim mereka ke Suak Seumaseh, Samatiga. Sementara tim dari PS Persikap sudah duluan kembali ke Karak.(riz)

Editor : bakri