Prohaba.co
Bocah Abeuk Usong Selamat dari Banjir Jalan Rusak, Padi Terendam
Selasa, 27 Oktober 2015 16:38 WIB
BIREUEN - Bocah berusia tiga tahun, Hendra M Saleh, warga Dusun Cot Geureubak Desa Abeuk Usong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, terseret banjir. Namun bocah tersebut selamat dari banjir setelah diselamatkan oleh pamannya. Kejadian itu terjadi saat desa tersebut diterjang banjir kiriman, Minggu (25/10) malam.

Keuchik Desa Abeuk Usong, M Dahlan kepada Serambi, Senin (26/10) kemarin mengatakan, akibat hujan lebat disertai angin kencang, Desa Abeuk Usong, Paloh Seulimeng, Pulo Lawang, dan Desa Mon Mane Kecamatan Jeumpa, diterjang banjir kiriman. Akibatnya, puluhan rumah penduduk dan padi yang sudah dipanen di beberapa desa tersebut terendam.

            Dikatakan M Dahlan, seorang bocah di desanya yaitu Hendra M Saleh, saat banjir sedang bermain di halaman rumahnya. Tiba-tiba banjir datang dari arah perbukitan belakang rumahnya, sehingga Hendra pun terseret arus sekitar 20 meter. “Syukur saat itu ada pamannya yang melihat Hendra dan berhasil menyelamatkannya dari banjir,” kata M Dahlan.

 Selain merendam rumah, sepanjang 300 meter ruas jalan Desa Abeuk Usong yang baru rampung dibangun dengan anggaran dana desa, juga rusak berat akibat digerus banjir. Beberapa titik saluran desa juga rusak diterjang banjir. Banjir yang sudah menjadi langganan terjadi di desa tersebut, akibat masih sempitnya saluran pembuang.  “Jika saluran pembuang yang ada di desa kami tidak dikeruk dan diperlebar, maka setiap musim hujan desa kami selalu diterjang banjir, karena air hujan yang datang dari kawasan perbukitan tidak mampu ditampung dalam saluran,”kata Dahlan.

            Jalan rusak akibat diterjang banjir juga terjadi di Desa Paloh Seulimeng dan Mon Mane. Selain itu, hewan ternak dan unggas di dua desa tersebut juga diseret banjir. Namun tidak ada hewan ternak dan unggas yang mati akibat diseret banjir. Padi yang sudah dipanen pun ikut terendam banjir.     

Untuk mencegah banjir susulan, warga di beberapa desa itu mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk mengeruk saluran pembuang yang masih sempit dan dangkal. “Kami berharap saluran dikeruk agar air hujan tidak meruah kepermukiman penduduk,” pinta M Dahlan. Selain di Jeumpa, sepanjang 30 meter tanggul irigasi di Desa Bathom Peudada Bireuen juga patah akibat banjir. Camat Peudada M Hasan kepada Serambi mengatakan, tanggul  irigasi patah diterjang banjir dan beberapa kerusakan ringan lainnya di kawasan itu.  (c38/yus)

Editor : bakri