Prohaba.co
Wanita Lampung Ngaku Kabur Dari Penyekapan
Minggu, 6 September 2015 15:31 WIB
pelaku-penculik.jpg
Dua tersangka yang diduga sebagai pelaku penculik dan penyekap Elinda(42), berprofesi sebagai pedagang, warga jalan KPT Abd Haq, Lingkungan 11, Kecamatan Raja Basa, Kota Bandar Lampung, di Desa Paya Lipah, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur, berhasil ditangkap Sat Reskrim dan Sat Intel Polres Aceh Timur, yang dipimpin AKP Budi Nasuha Waruwu, SH, Sabtu (5/9)

* Komplotan Penyekap Dibekuk

IDI - Wanita paruh baya, Elinda (42), warga jalan KPT Abd Haq, Lingkungan 11, Kecamatan Raja Basa, Kota Bandar Lampung, Sabtu (5/9) pagi melapor ke Mapolsek Peureulak Kota, Aceh Timur. Kepada polisi, wanita itu mengaku baru lolos dari penyekapan sekira pukul 05.00 WIB subuh kemarin.

Belakangan, polisi yang melakukan penelusuran berhasil menggulung terduga komplotan penyekap, di Desa Paya Lipah, Kecamatan Peureulak Kota. Dua orang dijadikan tersangka, yaitu, Akbar Antony (29), warga Desa Paya Lipah, dan M Risky (23), warga Desa Blang Bitra, Kecamatan Paureulak Kota, Aceh Timur.

Sedangkan dua orang lainnya dijadikan saksi yaitu, Eka Widianti (31) warga Jalan Doktor Sutomo, Kalimantan Timur, dan Roy Saputra (16) warga Panjang Sinar Gunung, Lampung. Keduanya diangkut polisi dari TKP yang diakui jadi tempat penyekapan.

Kepada polisi wanita Elinda mengaku sudah disekap dua pekan, karena terkait utang piutang yang diakui mencapai Rp 150 juta. Namun sejauh ini belum diketahui koneksitas antara kedua tersangka, serta dua saksi dengan Elindra yang juga pedagang dan mengaku sebagai korban.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Hendri Budiman SH SIK MH, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu SH, Sabtu malam menyebutkan, korban mengaku berhasil melarikan diri dari rumah tersangka di Desa Paya Lipah, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur, Sabtu (5/9), sekitar pukul 05.00 WIB. “Waktu itu korban meminta tolong kepada seorang warga kemudian oleh warga tersebut dibawa ke Mapolsek Peureulak Kota untuk membuat laporan. Berdasarkan keterangan korban Elinda mengaku bahwa dirinya sudah disekap selama dua minggu di rumah tersangka Akbar Antoni,” katanya.

Korban diculik dan disekap karena masalah utang piutang kepada tersangka sebanyak Rp 150 juta.

Berdasarkan laporan tersebut Sat Reskrim dan Sat Intel Polres Aceh Timur, yang dipimpin AKP Budi Nasuha Waruwu, SH, berhasil menangkap dua tersangka yang diduga sebagai pelaku, Sabtu (5/9), sekitar pukul 14.00 WIB. Dari TKP itu juga diangkut dua orang saksi.

“Sesampai di TKP para tersangka melihat anggota dan berusaha melarikan diri ke areal pertambakan. Dan anggota langsung melakukan pengejaran dan melakukan tembakan peringatan ke udara dan ke empat yang diduga sebagai tersangka berhasil ditangkap.” Pihak Polres Atim, juga telah berkoordinasi dengan Unit Jatanras Polda Lampung guna penyelidikan kasus ini.(c49)

Editor : bakri