Prohaba.co
Diduga Aborsi, Wanita Tangse Diamankan Polisi
Jumat, 4 September 2015 15:44 WIB
ia-enam-bulan-sehingga-bayinya.jpg
ASNAWATI (35) dirawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli, Kamis (3/9). Wanita asal Gampong Ulee Gunong, Tangse ini diduga mengaborsi kandunganya usia enam bulan sehingga bayinya meninggal dan dirinya mengalami pendarahan. PROHABA/NUR NIHAYATI

* Ditengarai Gangguan Jiwa

SIGLI - Personel polisi dari Sat Reskrim Polres Pidie bersama Polsek Tangse mengamankan wanita muda As (25) warga Gampong Ule Gunong, Kecamatan Tangse, Selasa (1/9) sekitar pukul 17.00 WIB. Perempuan itu diduga menghabisi bayi dalam kandungan dengan cara melakukan aborsi. Bayi yang dikandung As disebut-sebut hasil hubungan di luar nikah, dan saat ‘dieksekusi’ masih enam bulan di dalam kandungan.

Setelah bayi lahir dalam kondisi tak bernyawa, As dibantu abang kandungnya menguburkan jasad bayi itu di dekat rumah di Gampong Ule Gunong. Aksi tersebut diketahui warga dan akhirnya melaporkan ke polisi. Anggota Polsek Tangse datang ke lokasi dan menggali kembali kuburan tersebut untuk mengambil jasad bayi untuk bahan penyilidikan. Belakangan diketahui bahwa As diduga mengalami gangguan jiwa, sehingga polisi akan membawanya ke psikiater di Banda Aceh.

Kapolres Pidie, AKBP Muhajir SIK MH, melalui Kasat Reskrim, AKP P Harahap SH, kepada Prohaba, Kamis (?3/9) mengatakan, polisi mengetahui dugaan aborsi itu dari laporan warga. Saat ditelusuri ternyata benar sang ibu bernama As warga Gampong Ulee Gunong. “Saat anggota kita melakukan pemeriksaan ternyata calon bayi itu berumur lima hingga enam bulan di kandungan. Jasad bayi itu dikubur pelaku yang dibantu abang kandungnya. Kami menggali kembali untuk langkah penyilidikan,” katanya.

Kondisi As sendiri mengalami pendarahan sehingga harus dirawat di Puskesmas Tangse yang tetap dalam pengawalan polisi. “Rabu (2/9) malam, wanita itu kami pindahkan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chik Di Tiro Sigli. Kita pindahkan ke sini, agar kami mudah mengontrol pelaku. Sebab, berdasarkan keterangan keluarga pelaku mengalami gangguan jiwa,” kata P Harahap.

Dijelaskan, untuk membuktikan bahwa As mengalami gangguan jiwa. Sat Reskrim Polres Pidie memeriksa ke psikiater di Banda Aceh. Namun jadwalnya menunggu kepulihan wanita muda itu. “Jadi kita tunggu dulu selesai wanita itu dirawat di rumah sakit dan adanya keterangan dokter disini yang menyatakan boleh dibawa,” demikian Kasat P Harahap.

 Amatan prohaba, kondisi As sudah agak membaik setelah mengalami pendarahan. Saat dibesuk ia sedang duduk sembari makan siang sementara cairan infus terus mengalir ke tubuhnya.

Kepala Tata Usaha RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli, Irwansyah SKM mengaku kondisi pasien sudah membaik tapi masih perlu dirawat untuk penyembuhan.(naz/aya)

Editor : bakri