Prohaba.co
KPPU Telusuri Dugaan Praktik Monopoli di BC Belawan
Jumat, 28 Agustus 2015 16:03 WIB
BELAWAN - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Medan sedang menelusuri kasus praktik monopoli yang dilakukan PT Artha Samudera Kontindo (ASK), sebagai penyelenggara Tempat Penimbunan Pabean (TPP) di Belawan, Sumatera Utara.

Kepala Kantor KPPU Medan, Abdul Hakim Pasaribu, mengatakan berdasarkan laporan masyarakat, PT ASK menjadi satu-satunya perusahaan yang memperoleh izin dari Ditjen Bea Cukai (BC), yang bisa mengeluarkan barang ataupun kontainer dari CY BICT (Container Yard Belawan International Container Terminal) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I.

Kata dia, kondisi ini berpotensi menimbulkan praktik monopoli terkait penetapan tarif, sehingga KPPU Medan merekomedasikan perusahaan tersebut termasuk Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Beda Cukai Belawan sebagai terlapor.

KPPU Medan mengaharpak langkah yang mereka tempuh terhadap kasus ini disetujui KPPU Pusat untuk dilanjutkan penanganannya ke proses penyelidikan. Sebab, perusahaan tersebut diketahui pernah mengenakan tarif tinggi sehingga memberatkan pelaku usaha.

Tarif yag pernah ditetapkan perusahaan tersebut Rp 415,25 juta, terhadap 25 kontainer milik salah satu perusahaan yang ketika itu belum dilengkapi dokumen. Namun, setelah ada protes dari pelaku usaha, tarif diturunkan menjadi Rp 277,75 juta.

Dugaan praktik monopoli kian diyakini karena izin perusahaan mengeluarkan barang atau kontainer dari terminal peti kemas Belawan itu berasal dari Ditjen Bea dan Cukai.

Selain PT ASK, tindakan serupa juga diduga dilakukan PT Sarana Gemilang (SG) yang mengelola salah satu TPP di kawasan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Kedua perusahaan ini, bersama Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Belawan, direkomendasikan KPPU Medan sebagai terlapor.(lau)

Editor : bakri