Prohaba.co
Kematian Ria Afriani Masih Misterius
Jumat, 28 Agustus 2015 16:02 WIB
* Diduga Kebakaran untuk Alihkan Perhatian

KUTACANE - Kasus kematian gadis muda Ria Afriani (21), masih misterius. Hingga kemarin, pihak keluarga dan rekan alumnus Akademi Kebidanan di Aceh Tenggara itu, masih mempertanyakan pengungkapan kasus dimaksud. Sebab, peristiwa tewasnya warga Mbatu Mbulan Asli, Kecamatan Babussalam, akibat terpanggang pada kebakaran yang terjadi Jumat (14/3/2014) lalu, sekira pukul 09.30 WIB, tersebut telah berlangsung 1,5 tahun.

Pakcik Ria Afriani, Drs M Ya’cub, mengatakan kematian keponakannya sangat misterius. Pihak menduga korban, Ria tewas akibat dibunuh. Sementara kebakaran yang terjadi saat Ria tewas, hanya mengalihkan isu agar kejadian seolah-olah bukan pembunuhan.

“Padahal sesunguhnya itu bukan kebakaran, tapi hanya siasat pembunuh untuk mengaburkan barang bukti kejahatan yang telah tega menghabisi nyawa keponakan saya,” tukasnya.

Ya’cub menyebutkan, di lokasi kejadian itu juga ditemukan jari tangan korban putus. Dia menduga jari Ria dipotong untuk mengambil cincin emas. Sedangkan kalung emas yang dipakai Ria ditemukan di depan rumah. Padahal, setahu Ya’cub, Ria selalu memakai kalung rantai emas.

Melihat kejadian itu, keluarga menilai ada kejanggalan atas kematian Ria. Sebab, menurut dia, tidak mungkin kalung tersebut berserakan bila tidak ada insiden pembunuhan.

“Untuk itu, kami meminta kepada penyidik Polres Aceh Tenggara dan Polda Aceh, agar menuntaskan kasus kematian Ria Afriani yang sudah berjalan sekitar 17 bulan,” pinta M Ya’cub.

Sebelumnya, M Ayub, ayah Ria, secara gamblang menyebutkan kematian anak sulungnya itu karena faktor lain. Ada beberapa indikasi yang mendasari Ayub berkesimpulan demikian. Pertama, jasad Ria ditemukan bukan di kamarnya, melainkan di kamar Ayub. Posisi telentang dan kepalanya dekat pintu. Sementara kaki terjepit dan tertimpa kasur.

Ayub merasa sangat tidak mungkin kepala Ria ke pintu karena tempat tidur berada di sudut kanan dinding. Keanehan lainnya, imbuh Ayub, Ria tidak pernah tidur di kamar dia walaupun bersebelahan dengan kamarnya. “Saat itu, jasadnya ditemukan di kamar saya dengan pintu tidak terkunci dari dalam dan kamar saya tidak pakai kunci. Sementara kamar Ria memiliki kunci tapi terbuka saat kejadian,” tukas Ayub.

Hal lainnya, Ria tidak pernah tidur di pagi hari. Menurut hemat Ayub, bila tidur siang, Ria hanya terlelap pada siang hari. Dan, di dekat kamarnya, ditemukan bercak darah dan sidik jari. Begitu juga di dekat dinding pintu masuk ke rumah yang terkunci, terdapat bercakan darah.

“Jadi, dengan kejanggalan-kejanggalan ini, saya tidak percaya kalau anak saya itu meninggal karena terbakar akibat tertidur, melainkan penyebab lain. Untuk itu, saya meminta pihak polisi mengusut tuntas kasus ini,” pintanya.]

Informasi dari berbagai sumber, saat Ayub berjualan pecah belah, Ria tengah mengupas buah cokelat di depan rumahnya. Kemudian, Ria masuk ke rumah. Setelah itu, tidak diketahui apa yang terjadi pada Ria.(as)

Editor : bakri