Prohaba.co
Aset Pabrik Garmen Dijarah
Selasa, 4 Agustus 2015 13:49 WIB
LHOKSEUMAWE - Sejumlah peralatan pabrik garmen (pakaian) di Rancung, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, mulai dijarah maling. Pabrik yang dikelola oleh PD Bina Usaha tersebut sudah empat tahun tak berfungsi. Selama ini, hanya ada seorang penjaga di sana.

Penjaga pabrik, Muhammad Yakob, mengatakan pabrik garmen itu terakhir beroperasi 2011. Sejak dua tahun terakhir, banyak isi pabrik yang mulai dijarah, seperti mesin bordir, AC, dan kipas angin.

“Pabrik ini sangat luas. Namun saya hanya seorang diri yang menjaganya. Sekarang semua mesin sudah disatukan dalam satu kamar di dalam pabrik itu,” ujar Yakob kepada Prohaba, kemarin.

Menurut Yakob, penjarah tersebut masuk melalui bagian belakang pabrik dengan membobol pintu. Ia juga mengakui selama empat tahun menjaga pabrik, tidak mendapat upah sama sekali.

Ketua Pansus Aset DPRK Aceh Utara, Tgk Junaidi, sangat menyayangkan aset Aceh Utara harus terbengkalai. Padahal, jika dioperasikan bisa menyerap tenaga kerja dan memberikan pemasukan daerah.

“Kami merekomendasikan agar Pemkab membekukan aset yang dikelola oleh PD Bina Usaha ini. Tujuannya, untuk menyelamatkan aset yang selama ini tak terawat,” ujarnya saat meninjau pabrik.

Selain itu, tanki timbun CPO di Kompleks Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, juga tidak pernah dioperasikan sejak dibangun 2013. Akibatnya, peralatan tanki itu terancam rusak.(mr) 

Editor : hasyim