Prohaba.co
Korban Peluru Nyasar Polisi Terancam jadi Tersangka
Rabu, 22 Juli 2015 15:35 WIB
MEDAN - Junaidi Purba (37), korban peluru nyasar polisi di lokasi penangkapan tiga perampok terancam dijadikan tersangka. Ia disinyalir sebagai otak pengerahan massa untuk melawan sekaligus menghalangi tugas polisi.

Junaidi yang tertembak di dada hingga tembus ke punggung saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara, Medan. Dalam penyelidikan yang dilakukan Polresta Medan, terungkap kalau pergerakan massa melawan polisi dilakukan secara terorganisir. Sejauh ini kecurigaan pelaku pengerahan massa itu mengarah kepada dirinya.

“Jadi saya ingin memberikan edukasi hukum kepada masyarakat atas kejadian tersebut. Siapapun yang menghalangi petugas yang melaksanakn tugas sesuai undang-undang dapat dipidana,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Helfi Assegaf, Selasa (21/7).

Tindakan Junaidi itu kata dia melanggar Pasal 160 KUHPidana. Apalagi upaya melawan petugas itu menyebabkan satu pelaku melarikan diri. Namun untuk menetapkannya sebagai tersangka, polisi masih perlu mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.

Kasus ini terjadi saat lima anggota Polsek Medan Helvetia menangkap tiga buronan perampok sepeda motor di Jalan Eka Prasetya, Gang Prasejahtera, Sunggal, Deliserdang, Senin (20/7). Saat ketiga tersangka Agus Selamat Saragih, Hermanto Damanik dan Firdaus sudah diamankan ke dalam mobil polisi, warga menyerbu untuk mengeluarkan kembali ketiga pelaku.

Helfi menjelaskan warga merupakan keluarga tersangka Agus. Polisi yang hanya berjumlah lima orang tak mampu mengatasi serbuan warga hingga menyebabkan tersangka Firdaus melarikan diri.

“Untuk mengendalikan situasi, perwira yang memimpin operasi dan satu anggotanya melepaskan tembakan peringatan. Tiba-tiba ada dua orang terkena tembakan,” lanjut Helfi.

Peluru yang menembus tubuh Junaidi kemudian mengenai Apriliandus Sitio (14). Helfi memastikan kondisi keduanya saat ini sudah semakin membaik. “Mengenai penembakan ini juga ditangani serius. Kelima anggota yang melakukan penangkapan sedang dimintai keterangan di Propam,” tandasnya.(mad)


Editor : bakri