Prohaba.co
ABG Mesum Diminta Hukum Cambuk
Kamis, 2 Juli 2015 16:08 WIB
BLANGPIDIE - Kasus sepasang  anak baru gede (ABG) bermesum ria di atas badan jalan areal sawah di kawasan sepi kawasan Jalan Cot Manee, Kecamatan Jeumpa mengundang rasa prihatin sangat mendalam banyak pihak di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Atas perbuatan aib yang dilakoni pasangan remaja itu, Ulama Persatuan Dayah Inshafuddin mendesak penegak hukum (Satpol PP dan WH dan polisi) Abdya untuk memproses pelaku sampai diputuskan hukum cambuk oleh Mahkamah Syar’iyah.

Pria Afd (17), warga Desa Pasar Kota Bahagia, Kecamatan Kuala Batee dan gadis IW (17), warga Desa Lhang, Kecamatan Setia, Senin (29/6) malam, sekitar pukul 21.30 WIB, dipergoki dua petugas pengintai dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Abdya sedang bermesum ria  di atas badan jalan di kawasan areal sawah tersebut. Saat ditangkap basah, kondisi pasangan ini sudah topless.   

Ketua PC Persatuan Dayah Inshafuddin Abdya, Tgk TR Kamaluddin kepada ProHaba, Rabu (1/7), mengaku sangat prihatin atas merosotnya nilai moral oknum remaja sekarang ini. “Perbuatan pasangan remaja tersebut selain melanggar Qanun Syariat Islam tentang Khalwat, juga telah menodai bulan suci Ramadhan, sehingga sangat pantas diberi hukuman cambuk sebagaimana diatur dalam ketentuan.”

Tgk TR Kamaluddin meminta penyidik PNS di Satpol PP dan WH Abdya atau dibantu penyidik dari kepolsian setempat untuk memproses pasangan Afd dan IW  untuk dilimpahkan ke kejaksaan, kemudian diajukan ke tingkat pengadilan Mahkamah Syar’iyah.

Diharapkan, pengadilan memutuskan hukuman cambuk, karena pasangan remaja itu terbukti melakukan pelanggaran terhadap  Qanun Nomor 14 Tahun 2003 tentang Khalwat. “Informasi saya peroleh dari petugas yang menangkap basah pasangan itu, bahwa bukti telah melakukan perbuatan zina sudah lengkap. Jadi kita mendesak penyidik memproses sampai tuntas sampai menjalani hukuman cambuk,” Tgk TR Kamaluddin.

Hukuman cambuk di hadapan khalayak  perlu dilaksanakan di Kabupaten Abdya, setelah sekian lama vakum. Selain untuk menghukum pelaku, juga akan menjadi peringatan keras bagi yang lain sehingga tidak mendekati zina.

Sementara Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Abdya, Mukhtaruddin SAg ketika dihubungi ProHaba, Rabu kemarin, mendukung bila Penyidik PNS di Satpol PP dan WH setempat siap meproses kasus kalwat itu untuk diajukan ke Mahkamah Syar’iyah. “Bila Mahkamah Syar’iyah memutuskan dihukum cambuk, maka DSI siap memfasilitasi untuk terlaksanakanya eksekusi hukuman cambuk,” kata Mukhtaruddin. Dalam hal ini dijelaskan, sudah tersedia anggaran di DSI Abdya untuk terlaksana eksekusi hukuman cambuk bagi pelaku yang terbukti melakukan khalwat.

Sedangkan Kepala Satpol PP dan WH Abdya, Riad SE saat dihubungi ProHaba juga mengatakan sedang berupaya pasangan remaja Afd dan IW diproses melakukan melanggar Qanun Nomor 14 Tahun 2003 tentang Khalwat, sehingga bisa dilimpahkan ke Penyidik Kepolisian, kemudian diserahkan kepada Kejaksaan sampai dilimpahkan ke pengadilan Mahkamah Syar’iyah Tapaktuan.

Tapi, kendalanya, Satpol dan WH Abdya belum ada tenaga Penyidik PNS. “Memang sudah ada dua orang Penyidik PNS, yaitu Kasi WH dan Kasi Trantib, namun belum dilantik, sehingga tidak bisa melakukan tugas penyidikan,” kata Riad.(nun)   

Editor : bakri